daerah

Video Pegawai SPPG Bantul Viral Diduga Ejek Korban MBG Karo, BGN Beri Teguran dan Ingatkan Soal Empati

Minggu, 20 September 2026 | 16:15 WIB
Video pegawai SPPG Bantul diduga mengejek korban MBG Karo viral di media sosial hingga mendapat teguran dari BGN DIY. (Dok. BGN - Instagram/reset.feeds)

BANTUL, Mediapriangan.com - Video seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Bantul yang tengah menyantap chicken katsu menjadi perhatian setelah beredar luas di media sosial.

Potongan video tersebut kemudian dikaitkan warganet dengan kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis atau MBG di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Dalam rekaman itu, pria tersebut melontarkan pernyataan mengenai kehilangan ingatan hingga 70 persen.

Peredaran video itu akhirnya mendapat tindak lanjut dari Badan Gizi Nasional atau BGN Regional Daerah Istimewa Yogyakarta. Pegawai SPPG Bantul tersebut diklarifikasi dan mendapat teguran bersama SPPG tempatnya bertugas.

Baca Juga: Video Call Sambil Julurkan Lidah saat Rapat DPR Viral, Moreno Soeprapto Ungkap Alasan dan Minta Maaf

Koordinator Regional BGN DIY Wirandita Gagat Widyatmoko membenarkan bahwa pria dalam video merupakan pengawas keuangan di SPPG wilayah Dlingo, Bantul.

“Yang bersangkutan sudah diklarifikasi oleh jajaran kami dan nanti akan disampaikan kepada publik secara pribadi maupun dari SPPG yang bersangkutan,” ujar Gagat dalam keterangannya, dikutip pada Minggu, 20 September 2026.

“Betul sudah ditindaklanjuti, dari kami juga sudah memberikan teguran kepada SPPG dan yang bersangkutan,” imbuhnya.

Baca Juga: 36 Tahun HUMANIKA, Hamid Basyaib Ungkap Kisah Bursah Zarnubi dan Melly di Balik Perjalanan Organisasi Aktivis

BGN Minta Pegawai SPPG Lebih Peka

Gagat menyampaikan bahwa kejadian yang berkaitan dengan penerima manfaat MBG perlu direspons secara hati-hati.

Menurut dia, unsur kemanusiaan dan empati harus menjadi perhatian ketika menyampaikan pernyataan kepada publik.

“Kami prihatin dan menyayangkan apabila benar terdapat pernyataan dari jajaran SPPG yang tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat yang diduga terdampak. Dalam kondisi seperti ini, yang harus dikedepankan adalah rasa kemanusiaan, empati, sensitivitas, dan saling menghormati,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar persoalan yang dialami penerima manfaat tidak dijadikan bahan candaan maupun pernyataan yang dapat memperburuk keadaan.

Baca Juga: Qodari Sebut HUMANIKA Sejalan dengan Prabowo, Demokrasi dan Kesejahteraan Jadi Sorotan di HUT ke-36

Halaman:

Tags

Terkini