Pencarian bagian dalam kapal menjadi salah satu fokus karena masih terdapat kemungkinan korban berada di dalam badan KM Virgo Transport 8. Proses tersebut dilakukan dengan memperhatikan kondisi bawah laut dan keselamatan personel penyelam.
Kecelakaan KM Virgo Transport 8 bermula ketika kapal melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu, 12 September 2026. Kapal tersebut membawa 243 orang, terdiri atas 213 penumpang dan 30 awak kapal.
Dalam perjalanan menuju Kalimantan Selatan, kapal memasuki perairan Masalembo, Laut Jawa. Kondisi cuaca dilaporkan memburuk sebelum kapal kemudian mengalami keadaan darurat.
Pada Minggu, 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 WITA, KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak. Tim SAR kemudian bergerak melakukan pencarian berdasarkan posisi terakhir kapal.
Kapal selanjutnya ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo. Tim gabungan kemudian melakukan proses evakuasi terhadap korban yang berhasil ditemukan sekaligus pencarian terhadap penumpang dan awak kapal lainnya.
Selain operasi pencarian, kecelakaan KM Virgo Transport 8 juga menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti insiden.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya menyatakan investigasi kecelakaan akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT sesuai kewenangannya.
Tim SAR hingga Senin, 21 September 2026 masih melanjutkan pencarian korban KM Virgo di lokasi kapal tenggelam. Temuan terbaru di dalam badan kapal menambah jumlah korban yang telah ditemukan menjadi 121 orang, sementara 122 orang lainnya masih dalam pencarian di Laut Jawa.***