69 Korban Selamat KM Virgo Transport 8 Tiba di Banjarmasin, Sejumlah Penumpang Alami Trauma hingga Sesak Napas

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 14 September 2026 | 09:16 WIB
69 korban selamat KM Virgo tiba di Banjarmasin setelah dievakuasi dari Laut Jawa. Tim medis langsung menangani penumpang berdasarkan kondisi.   (Instagram.com/undercover.id)
69 korban selamat KM Virgo tiba di Banjarmasin setelah dievakuasi dari Laut Jawa. Tim medis langsung menangani penumpang berdasarkan kondisi. (Instagram.com/undercover.id)

BANJARMASIN, Mediapriangan.com - Penanganan terhadap 69 korban selamat KM Virgo Transport 8 berlanjut setelah seluruhnya tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin, 14 September 2026.

Para korban selamat KM Virgo dibawa menuju Banjarmasin menggunakan kapal MV Haida yang turut membantu proses evakuasi dari perairan Laut Jawa. Kapal tersebut sandar di Pelabuhan Trisakti sekitar pukul 18.00 WITA.

Setibanya di pelabuhan, korban selamat KM Virgo langsung dipindahkan ke ruang induk terminal yang sementara difungsikan sebagai tempat pemeriksaan dan penanganan medis.

Baca Juga: Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 103 Orang Dievakuasi, Pencarian SAR Berlanjut

Tim gabungan kemudian melakukan pemilahan berdasarkan tingkat kegawatan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan korban yang membutuhkan pertolongan paling cepat dapat segera memperoleh penanganan.

Petugas PMI Banjarmasin, Alfi, mengatakan korban dibagi ke dalam tiga kategori berdasarkan kondisi medis masing-masing.

"Penanganan korban kami bagi menjadi tiga zona, yaitu zona hijau untuk korban dengan luka ringan," kata Alfi dalam keterangannya di Banjarmasin, pada Senin, 14 September 2026.

"Zona kuning untuk korban luka sedang, dan zona merah untuk korban yang mengalami luka berat," sambungnya.

Baca Juga: Nescafe Cafe Hadir di Yogyakarta, Gerai Kontainer Jadi Pilihan Ngopi Kekinian yang Ramah di Kantong

Korban Alami Trauma dan Sesak Napas

Kondisi korban selamat KM Virgo diperiksa oleh tim medis yang berasal dari PMI, Dinas Kesehatan, serta unsur SAR. Pemeriksaan dilakukan menggunakan tempat tidur lipat atau velbed di area terminal.

Petugas memantau sejumlah indikator kesehatan, mulai dari tekanan darah, detak jantung hingga tanda-tanda vital lainnya.

Dari pemeriksaan awal, beberapa korban dilaporkan mengalami trauma berat. Ada pula penumpang yang mengalami sesak napas hingga penurunan kesadaran.

Korban dengan kondisi tersebut mendapatkan penanganan lebih intensif. Tindakan medis yang diberikan meliputi bantuan oksigen, pemasangan penyangga leher atau neck collar, serta pemberian infus sesuai kebutuhan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X