“Yang saya maksud, dalam menghadapi situasi seperti ini, seorang pemimpin harus tetap tenang, jangan ikut panik, supaya bisa berpikir dan mengambil keputusan dengan baik,” tambahnya.
Namun, Dewa juga mengakui pemilihan kata tersebut dapat menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat. Karena itu, ia kembali menyampaikan minta maaf atas pernyataannya.
“Tapi saya akui, mungkin pilihan kata saya kurang tepat. Untuk itu saya mohon maaf. Yang jelas, saya tetap peduli dan kami di Pemerintah Kota Palembang akan terus bekerja untuk menangani persoalan ini dan melindungi masyarakat,” tegasnya.
Dewa menyebut Pemerintah Kota Palembang telah menyiagakan Tim Damkar dan BPBD untuk menangani titik api. Tim tersebut disebut melakukan kesiapsiagaan setiap hari dalam menghadapi dampak karhutla.
Baca Juga: Karhutla Kaltim dan Kalbar Ganggu Sekolah, Asap Picu ISPA hingga Pembelajaran Daring
Selain penanganan kebakaran, pemerintah kota juga menyiapkan tim kesehatan dan posko untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap Palembang. Edukasi mengenai penggunaan masker juga diberikan kepada warga yang terdampak.
Dalam keterangannya, Ratu Dewa menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang terdampak karhutla di Kota Palembang maupun masyarakat yang menerima dampak asap dari luar wilayah.
“Dengan kerendahan hati, saya meminta maaf dengan warga yang terdampak karhutla baik yang ada di dalam Kota Palembang maupun dampak dari luar yang menyebabkan asap terus menerus,” tulis Dewa dalam keterangan yang diunggah di akun Instagram resminya, @ratudewa pada Rabu, 7 Oktober 2026.***