Kabut Asap Karhutla Kembali Pekat di Kalsel, Jarak Pandang Warga Menurun, Banjarmasin Perpanjang PJJ

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 23 September 2026 | 07:06 WIB
Kabut asap karhutla kembali menyelimuti Kalsel. Jarak pandang warga menurun hingga aktivitas pendidikan di Banjarmasin kembali digelar secara PJJ. (Threads/emshihab)
Kabut asap karhutla kembali menyelimuti Kalsel. Jarak pandang warga menurun hingga aktivitas pendidikan di Banjarmasin kembali digelar secara PJJ. (Threads/emshihab)

 

KALSEL, Mediapringan.com - Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas warga hingga pendidikan di Kota Banjarmasin.

Keluhan mengenai kabut asap kembali bermunculan di media sosial. Sejumlah warga memperlihatkan kondisi jalan yang tertutup asap tebal, bahkan harus mengurangi kecepatan kendaraan karena pandangan ke depan sangat terbatas.

Situasi ini menjadi bagian dari persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang telah dirasakan masyarakat Kalsel sejak Juli 2026.

Salah satu warga melalui akun Threads @yuda_andika91 membagikan rekaman perjalanan pada Selasa, 22 September 2026. Dalam unggahannya, ia memperlihatkan kondisi jalan yang diselimuti asap setelah waktu Subuh.

“Ini gue berangkat kerja kayak gini, jarak pandang paling cuma 1 meter. Enggak keliatan apa-apa, ini mobil tangki di depan juga enggak keliatan, makanya hati-hati,” ujarnya dalam video yang diunggah pada Selasa, 22 September 2026.

Baca Juga: Konten A Day in My Life Bongkar Bisnis Video Asusila di Bogor, Polisi Ungkap 20 Video dan Keuntungan Rp19 Juta

Warga Keluhkan Jarak Pandang Sangat Pendek

Kondisi serupa juga terlihat dalam unggahan akun Threads @ems***b. Pengunggah memperlihatkan perjalanan dengan kendaraan yang harus melaju perlahan akibat pekatnya kabut asap.

“Mau dibiarkan sampai kapan kebakaran di wilayah kami? Korban sudah banyak, warga jatuh sakit ISPA, kerugian ekonomi karena transportasi darat & udara nyaris lumpuh.”

“Enggak bisa cepat, jalan 10 km/h aja. Full asap, enggak kelihatan,” sambungnya.

Kabut asap membuat perjalanan di sejumlah ruas jalan menjadi lebih berisiko. Pengendara harus meningkatkan kewaspadaan karena kendaraan maupun kondisi jalan sulit terlihat dari jarak jauh.

Baca Juga: Dugaan Pelecehan Konten Boneka di Surabaya Viral, Polisi Turun Tangan Usai Korban Ungkap Pengalaman di Jalan Tunjungan

Situasi tersebut juga dikaitkan dengan kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Banjarbaru. Sebuah truk dilaporkan terbalik ketika kondisi sekitar tertutup kabut asap.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X