TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Rencana pelaksanaan rehabilitasi Sungai Cikunten di Kelurahan Talagasari, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya memicu keluhan warga. Para petani penggarap lahan pertanian di sekitar sungai mengaku resah karena sosialisasi proyek dinilai terlambat dan tidak menyentuh langsung petani terdampak.
Proyek di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy itu sejatinya bertujuan meningkatkan fungsi saluran irigasi untuk mendongkrak produksi pertanian.
Namun, minimnya informasi di tingkat bawah membuat petani khawatir pasokan air ke sawah terhenti saat pembangunan berlangsung.
Baca Juga: Tasikmalaya Great Sale 2026 Resmi Dimulai, Diskon 25 Persen Hadir Sambut HUT Kota Tasikmalaya ke-25
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kelurahan Talagasari, Elan Jaelani, menegaskan petani pada prinsipnya sangat mendukung program pemerintah tersebut.
"Kami petani pada prinsipnya setuju dan mendukung program pemerintah. Tapi kami minta jaminan proyek ini tidak merugikan petani. Jangan sampai saat pembangunan, air tidak mengalir ke sawah," ujar Elan, Jumat (09/10/2026).
Ia menyebut, total lahan pertanian di Talagasari mencapai 90 hektare yang sangat bergantung pada aliran Cikunten.
Menurutnya, ratusan kepala keluarga di daerahnya menggantungkan penghidupan dari lahan tersebut. Oleh karenanya, kata Elan, hasil rehabilitasi harus optimal untuk pemenuhan kebutuhan air, bukan justru sebaliknya.
Pengawas proyek dari PPNS BBWS Citanduy, Bagus Trio Utomo, mengklaim sosialisasi telah dilakukan sebelumnya bersama RT/RW dan tokoh masyarakat. Ia berharap informasi tersebut diteruskan kepada petani.
"Sosialisasi sudah kami lakukan dengan RT/RW dan tokoh masyarakat. Dari RT/RW itulah sedianya bisa disosialisasikan kembali ke warga, khususnya petani," jelas Bagus.
Terkait masih adanya bangunan yang berdiri di bantaran sungai, pihaknya mengimbau warga yang memanfaatkan lahan di bantaran sungai agar mengosongkan area secara mandiri karena pembangunan fisik akan segera dimulai.