Ratusan Titik Api Masih Terdeteksi
Di balik keluhan warga, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan yang harus ditangani di wilayah Palembang dan sekitarnya.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 7 Oktober 2026 mencatat 354 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di Palembang. Sementara itu, terdapat 92 titik api yang masih membakar lahan dengan luas mencapai 390,61 hektare.
Data tersebut menggambarkan tantangan penanganan karhutla yang berdampak pada kualitas udara. Asap dari kebakaran menjadi salah satu faktor yang dikaitkan dengan kondisi kabut asap Palembang dalam beberapa bulan terakhir.
Tim Satuan Tugas (Satgas) Darat dan Udara masih melakukan upaya pemadaman di sejumlah lokasi kebakaran. Namun, operasi modifikasi cuaca disebut belum dapat dilaksanakan karena tidak terdapat potensi pertumbuhan awan hujan yang mendukung pelaksanaannya.
Baca Juga: Polemik MBG Anak Panti Asuhan Viral hingga 5,8 Juta Kali, Kepala BGN Ungkap Mekanisme Penyalurannya
Warga Diimbau Menggunakan Masker
Di tengah kondisi ISPU Palembang yang dilaporkan mencapai angka 1.203, BNPB mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Warga juga diminta berhati-hati ketika berkendara karena jarak pandang dapat terganggu oleh asap.
Kondisi udara berbahaya perlu menjadi perhatian, terutama bagi balita, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat yang mulai merasakan gangguan pernapasan. Keluhan warga di media sosial menunjukkan besarnya kekhawatiran terhadap paparan asap yang berlangsung lama.
Sementara itu, penanganan karhutla Palembang masih berfokus pada pemadaman titik api oleh tim di lapangan.
Perkembangan kebakaran dan kualitas udara menjadi faktor penting yang perlu terus dipantau di tengah keluhan warga mengenai sulitnya memperoleh udara bersih.***