daerah

Karhutla Papua Selatan Bakar Ladang Sagu di Merauke, Warga Adat Berjuang Selamatkan Warisan Leluhur

Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:57 WIB
Karhutla Papua Selatan membakar ladang sagu di Kampung Turiram, Merauke, sejak 17 Oktober 2026. Warga adat berupaya memadamkan api. (Threads/helinaola)

Ladang Sagu Bukan Sekadar Kawasan Hutan

Ancaman karhutla Papua Selatan menjadi perhatian karena dampaknya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat yang menggantungkan kebutuhan hidup pada lingkungan sekitar.

Dusun sagu merupakan sumber bahan pangan bagi masyarakat adat sekaligus bagian dari ruang hidup yang diwariskan oleh leluhur. Kerusakan kawasan tersebut akibat kebakaran berpotensi mengganggu ketersediaan pangan dan keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Dalam situasi ini, upaya warga memadamkan api menjadi penting untuk membatasi kerusakan pada kawasan yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan budaya.

Baca Juga: Prabowo Perintahkan Penanganan Karhutla Diperluas, Pesawat Hercules Disiapkan Perkuat Operasi Dry Ice

Peristiwa kebakaran di Kampung Turiram juga memperlihatkan pentingnya perlindungan wilayah adat dari ancaman kerusakan lingkungan, terutama ketika masyarakat harus menghadapi kobaran api yang dapat mengganggu sumber penghidupan mereka.

Di sisi lain, BPBD Provinsi Papua mengingatkan pentingnya pencegahan karhutla melalui keterlibatan pemerintah, masyarakat, dan perusahaan, khususnya ketika curah hujan rendah.

Meski kebakaran telah dilaporkan melanda ladang sagu di Kampung Turiram, penyebab kejadian tersebut belum dapat dipastikan. Belum ada dasar untuk mengaitkan kebakaran dengan aktivitas pihak tertentu.***

Halaman:

Tags

Terkini