daerah

Rizal Ramli Munggahan Bersama Pengurus DPP Gaza Di Kota Tasikmalaya

Senin, 28 Maret 2022 | 21:56 WIB

Mediapriangan.com - Pengamat Politik sekaligus Tokoh Nasional, Dr Ir Rizal Ramli MA menghadiri acara "Munggahan Bersama dengan Pengurus DPP Gaza Indonesia", di Situ Butak Mangkubumi Kota Tasikmalaya, Senin (8/3/2022).

Rizal Ramli menyampaikan kritik pada sejumlah kebijakan pemerintah saat ini, yang dinilainya tidak pro kepada rakyat, diantaranya terkait kelangkaan bahan bakar solar, minyak goreng, dan harga kebutuhan pokok. 

"Pemerintah ini betul-betul nggak mau tanggungjawab, nggak mampu menjaga stabilitas barang kebutuhan pokok dan tidak ada empatinya sama sekali atas kesusahan Rakyat," ujarnya.

Rizal Ramli menuturkan, saat ini bahan bakar solar langka, karena Pertamina nya sudah mulai merugi sejak beberapa bulan yang lalu. Sementara pada waktu harga sedang bagus, Pertamina nya untung, mereka nggak mempersiapkan cadangan untuk menghadapi situasi sulit hari ini.

Sehingga pilihan sederhana, pemerintah batasi pembelian solar hanya Rp 100.000 jelas nggak cukup, karena selama ini solar dipakai oleh angkutan barang seluruh Indonesia, jadi ini akan mengakibatkan kenaikan harga barang ongkos kirim menjadi lebih mahal. 

Kemudian, lanjutnya, yang kedua kemungkinan harga BBM juga akan dinaikkan bisa sampai Rp 1.500 sampai Rp 1.600 per liter. 

"Ini sangat luar biasa, jadi rakyat kita ini di gebukin dari dua sisi sekaligus, satu kelangkaan dan kenaikan harga kebutuhan pokok, minyak goreng, dan lainnya, habis itu ditimpa lagi oleh kenaikan harga tarif listrik, tarif pajak, dan lain-lain," ucapnya.

Ia menyebut, kalau pemerintah baca tulisan atau wawancara Rizal Ramli satu setengah tahun, atau 2 tahun lalu, saya udah jelasin hati-hati nanti akan ada kenaikan harga, antisipasinya naikin produksi dalam negeri. 

"Yang terjadi hari ini apa, mereka naikin produksi dengan proyek-proyek begini-begitu. Produksi pangan itu bukan  dengan proyek, kasih insentif para petani nya, minta hasil produksinya dinaikin. Ini malah sibuk dengan proyek," ujarnya.

Menurutnya, buat rakyat itu yang penting nyaman, bukan aman amin. Jadi sesuaikan harga-harga tersebut, sesuai dengan daya beli masyarakat dan tugas pemerintah itu membuat harga kebutuhan pokok terjangkau. 

Ia menambahkan, selain itu, cepat atau lambat kenaikan harga BBM ini pasti akan dilakukan. Jadi jelas sekali bahwa pemerintah ini nggak becus mengendalikan harga kebutuhan pokok.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, kondisi hari ini hampir sama dengan situasi tahun 1998. Pemerintah saat ini tidak bisa mengendalikan anggaran, tapi jor joran mau bikin ibu kota baru, bikin proyek ini itu. Tapi pemerintah nggak punya uang untuk menjaga stabilitas kebutuhan pokok. Sehingga rakyat benar benar menderita, dan nggak ada solusinya.

Pemerintah itu, kata Rizal, pertama kalau ngomong yang bener, misal masyarakat lagi susah makan, jangan disuruh diet dong. Harusnya para elit di pemerintahan yang disuruh diet.

Kemudian, pemerintah itu punya kekuasaan untuk menstabilkan harga, seperti minyak goreng misalnya, sebetulnya harga jual di pasaran ini  bisa ditekan kalau mereka mau. 

Halaman:

Terkini