daerah

Diduga Keracunan Makanan, Puluhan Warga Kabupaten Tasikmalaya Alami Muntah-Muntah

Selasa, 27 Juni 2023 | 14:09 WIB
salah seorang anak mendapat perawatan medis akibat mengalami muntah-muntah. (Dede Farhan Kamil)

Mediapriangan.com - Sekitar 44 warga Desa Cigadog, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, alami keracunan masal, Senin, 26 Juni 2023 malam.

Selain merasakan pusing, warga yang diduga alami keracunan dari makanan ini juga mengalami, sakit perut, muntah-muntah dan buang air besar (bab) berbusa.

Akibat keracunan tersebut, tiga orang sempat dilarikan ke RSUD SMC, sedangkan 41 orang lainnya, menjalani perawatan di Puskesmas Leuwisari.

Baca Juga: 25 Link Twibbon Idul Adha 1444 H Gratis, Desain Keren Bernuansa Islami, Cocok Untuk Dibagikan di Media Sosial

Kapolsek Leuwisari, IPTU Dudung Supriatna mengatakan, berdasarkan informasi yang dihimpun, ada sekitar 51 orang warga Cigadog yang diduga mengalami keracunan setelah mengkomsumsi nasi kuning pembagian tetangga yang menggelar acara syukuran.

"Ada 51 orang warga yang diduga alami keracunan. Para korban sudah ditangani medis termasuk tiga di antaranya dibawa ke RSUD SMC untuk jalani perawatan medis," kata Dudung Supriatna, Selasa, 27 Juni 2023.

Dijelaskan, para korban keracunan masal ini diduga setelah menyantap nasi kuning dengan lauknya orek tempe, suwir ayam serta irisan timun.

Baca Juga: Jadwal Film Bioskop di Tasikmalaya Hari Ini, Selasa 27 Juni 2023, Ada Sosok Ketiga di Plaza Asia dan Transmart

Paket nasi kuning tersebut lanjut dia, dibagikan Sodikin (50) warga setempat, dalam rangka syukuran kesembuhan cucunya setelah sakit.

"Beberapa jam setelah mengkonsumsi nasi kuning tersebut, beberapa warga mulai merasakan keluhan di perut dan pusing," ujar Dudung.

Dia menambahkan, dengan adanya kejadian tersebut, Kepolisian Sektor Leuwisari dan Unit Identifikasi Polres Tasikmalaya langsung turun ke lokasi.

Baca Juga: 35 Inspirasi Ucapan Hari Keluarga Nasional 2023, Berbagi Kebahagiaan Dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya

Selain menggali keterangan dari saksi dan korban, pihaknya juga mengambil beberapa sampel makanan.

"Kami sudah ambil sample makanan untuk diuji laboratorium. Nanti akan terlihat penyebab keracunan yang sebenarnya," ucap Dudung.***

Tags

Terkini