peristiwa

Kronologi Kerusuhan Sepak Bola di Malang, Antara Suporter Brutal dan Dugaan Sporadis Aparat

Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:34 WIB
Stadion Kanjuruhan Malang, pasca kerusuhan sepak bola yang menyebabkan korban tewas 157 orang. (Foto Instagram)

Mediapriangan.com - Peristiwa kerusuhan sepak bola di Stadion Kanjuruhan Malang, menjadi perhatian publik. PSSI dan FIFA pun akan memberikan tindakan khusus.

Peristiwa kerusuhan sepak bola ini menjadi perhatian khusus dunia sepak bola, pasalnya sudah merenggut nyawa manusia yang tidak sedikit.

Saat kerusuhan sepak bola terjadi, korban tewas sebanyak 127 orang, bahkan kabar terakhir korban tewas menjadi 157 orang, dan sebanyak 180 orang luka-luka.

Baca Juga: Sejarah Hari Dokter Nasional, yang Diperingati Setiap 24 Oktober

Kerusuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 3-2 pada Sabtu 1 Oktober 2022.

Tidak berselang lama, ribuan suporter Aremania merangsek masuk ke area lapangan setelah Arema FC kalah. Hal ini membuat kondisi di dalam tidak kondusif.

Pemain Persebaya langsung meninggalkan lapangan dan Stadion Kanjuruhan menggunakan empat mobil Polri, Barracuda.

Baca Juga: Rekomendasi Link Twibbon Hari Batik Nasional 2022, Desain Keren dan Elegan Untuk Profil Media Sosial

Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut. Ada kobaran api pada sejumlah titik di dalam stadion tersebut.

Kerusuhan tersebut semakin membesar, sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya. Terlihat dua unit mobil polisi dibakar.

Dengan jumlah petugas keamanan yang tidak sebanding dengan jumlah ribuan suporter, sehingga petugas kemudian menembakkan gas air mata di dalam lapangan.

Baca Juga: Gerakan Mencintai Warisan Budaya, Ini 20 Ucapan Selamat Hari Batik Nasional 2022

Tembakan gas air mata itu membuat banyak suporter pingsan dan sulit bernafas. Banyaknya suporter yang pingsan, membuat kepanikan di area stadion.

Ada puluhan gas air mata yang ditembakkan ke arah suporter. Sehingga, disetiap sudut lapangan telah dikelilingi gas air mata.

Halaman:

Tags

Terkini