peristiwa

Kronologi Kerusuhan Sepak Bola di Malang, Antara Suporter Brutal dan Dugaan Sporadis Aparat

Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:34 WIB
Stadion Kanjuruhan Malang, pasca kerusuhan sepak bola yang menyebabkan korban tewas 157 orang. (Foto Instagram)

Rezqi Wahyu menjelaskan kronologi peristiwa dalam unggahan akun Twitternya. dilansir mediapriangan.com dari Twitter LIBRA_12 @RezqiWahyu_05.

Baca Juga: Twibbon Hari Santri Nasional 2022, Ini Rekomendasi 20 Link Keren dan Gratis

Dia menyebutkan, tembakan gas air mata polisi ke tribun penonton diduga menjadi penyebab banyaknya jatuh korban.

"Kondisi luar stadion kanjuruhan sudah sangat mencekam.. Banyak supporter yang lemas bergelimpangan, teriakan dan tangisan wanita.. supporter yang berlumuran darah, mobil hancur, kata" makian dan amarah... Batu batako, besi dan bambu berterbangan," tulisnya.

Mirisnya, suporter yang menonton laga itu bukan hanya kaum pria dewasa. Tetapi juga ada ibu-ibu yang membawa serta anak mereka yang masih kecil. Mereka pun tampak sesak oleh gas air mata.

Baca Juga: Fakta Hari Santri Nasional, Disahkan Setelah 70 Tahun Keluar Fatwa Resolusi Jihad

"Banyak ibu" wanita" orang tua Dan anak anak kecil yang terlihat sesak gak berdaya, gak kuat ikut berjubel untuk keluar dari stadion. Terlihat mereka sesak karena terkena gas air mata.... Seluruh pintu keluar penuh dan terjadi macet..," jelasnya.

Lebih mengenaskan lagi, seluruh pintu keluar penuh dan terjadi macet. Alhasil, banyak suporter yang terjebak oleh gas air mata dan semakin banyak yang diinjak-injak.

"Didalam stadion mereka sesak krna gas air mata yang sudah ditembakkan ke berbagai arah. Sedangkan untuk keluar stadionpun gak bisa karena macet Penuh sesak di pintu keluar," tambahnya.

Baca Juga: Jangan Keliru! Berikut Perbedaan Antara Hari Lahir Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila

Sementara Kapolda Jawa Timur, Irjen. Pol. Nico Afinta menjelaskan kronologi yang terjadi di stadion Kanjuruhan itu.

Saat konferensi press, Ia menyebut bahwa kerusuhan ini dimulai karena kekecewaan Aremania yang melihat timnya kalah, dilansir mediapriangan.com dari Bola Net.

"Rasa Kekecewaan itu yang menggerakan para penonton turun ke tengah lapangan untuk mencari pemain dan official untuk menanyakan mengapa bisa sampai kalah," jelasnya.

Baca Juga: Mewujudkan Pemilih Cerdas, KPU Kabupaten Tasikmalaya Rangkul Jurnalis

Mengenai penggunaan gas air mata, Nico menyebut bahwa pihaknya sudah mencoba menggunakan cara persuasi.

Halaman:

Tags

Terkini