Untuk itu digalang komitmen Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di Priangan Timur, beberapa waktu yang lalu.
Baca Juga: Bedi Budiman: WJIS 2022, Upaya Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat Melalui Investasi
Priangan Timur sebagai daerah dengan sektor unggulan pertanian memiliki potensi untuk mengurai kendala inflasi tersebut.
Maka sinergi antar daerah menjadi salah satu kunci utama, yaitu Kerjasama Antar Daerah (KAD) IHK Kota Tasikmalaya sebagai konsumen dengan daerah produsen yang merupakan Kabupaten/Kota di sekitarnya.
KAD juga dapat dioptimalkan untuk pelaksanaan upaya pengendalian inflasi lainnya antara lain Pasar Murah, meningkatkan produksi dengan Replikasi Pola Klaster dan lainnya.
Baca Juga: Penyaluran Bansos Dampak Inflasi 2022, di Kabupaten Ciamis Cair Rp150 Ribu Mulai Bulan Oktober
Sebagai bentuk apresiasi pengendalian inflasi oleh Kementerian Keuangan, Kota Tasikmalaya menjadi salah satu pemerintah daerah yang menerima Dana Insentif Daerah (DID).
Hal tersebut, karena Kota Tasikmalaya mampu menekan inflasi Mei-Agustus 2022 lebih rendah dari Nasional sesuai Permenkeu No.140/PMK.07/2022 yang ditetapkan pada tanggal 15 September 2022.
Selanjutnya potensi untuk terus meningkatkan investasi domestik di Priangan Timur masih terbuka lebar, terutama sektor produktif termasuk Ekonomi Hijau dan Energi Baru Terbarukan.
Baca Juga: Kendalikan Inflasi Pangan, Bank Indonesia Rekomendasikan Langkah-langkah Untuk Diimplementasikan
Di sektor tersebut, dapat menjadi daya tawar sekaligus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Priangan Timur.
Sejalan dengan penggalangan komitmen Forum Ekonomi Priangan Timur, kontribusi investasi Priangan Timur Triwulan II/2022 mengalami peningkatan menjadi sebesar 0,0004% (ytd) terhadap Jawa Barat.
Hal ini dapat menjadi signal optimisme pelaku usaha yang dapat pula menjadi pendorong minat investasi yang berlanjut di Priangan Timur.
Baca Juga: Kenaikan Harga Komoditas Pangan Picu Inflasi di Jabar, BI Gelar Pertemuan Rumuskan Strategi
Sehubungan dengan itu, Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran mencapai pertumbuhan terbaik dalam investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).