1. Pasangan Tak Terlihat Seperti Pelaku
Pelaku kekerasan jarang bertanggung jawab atas tindakannya. Mereka menipu orang lain dengan sikapnya dan penampilan luarnya yang memesona.
Baca Juga: Di Momentum Maulid Nabi, Bupati Ciamis Ajak Gelorakan Kembali Gerakan Magrib Mengaji
Orang-orang tak akan langsung percaya jika pasangan melakukan kekerasan dan justru menyalahkan kamu yang dianggap tak mampu mengimbangi kondisinya.
2. Sempat Melindungi Diri dengan Serangan Balik
Korban KDRT juga bertindak secara fisik, seperti berteriak, mendorong, atau memukul pelaku kekerasan selama konflik berlangsung.
Meski tujuannya untuk membela diri, tindakan tersebut tetap dapat memunculkan kekhawatiran bahwa korban juga akan dituduh melakukan kekerasan.
Bisa jadi, pelaku KDRT akan menggunakan insiden tersebut untuk memanipulasi, jika ia sendiri yang menjadi korban KDRT.
3. Masih Bergantung Secara Ekonomi
Kondisi ini biasanya sering menimpa istri yang tidak memiliki penghasilan sendiri. Ia akan khawatir dengan nasib keluarganya, terutama anak-anak.
Orang-orang yang merasa ketergantungan tersebut, biasanya baru berani mencari bantuan atau melapor ke polisi ketika sudah menerima tindak kekerasan yang sangat parah.
4. Masih Berharap Bisa Berubah
Kadang-kadang, alasan korban KDRT tak mau melapor juga bisa karena masih cinta dan berharap pelaku bisa berubah suatu hari.