Mediapriangan.com - Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), launching logo dan maskot Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VII 2023.
Launching logo dan maskot Malo serta theme song even Fornas VII 2023 tersebut, terlaksana di gedung Budaya Sabilulungan, Kabupaten Bandung, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, Kamis, 10 November 2023.
Untuk maskot Fornas VII 2023 yang telah ditetapkan diselenggarakan di Jawa Barat ini, mengangkat sosok Malo singkatan dari Maung Lodaya. Sosok harimau sebagai binatang langka yang cukup disakralkan masyarakat tatar Jawa Barat.
Dikutif Mediapriangan.com dari video yang diunggah di kanal YouTube/Simamaung, Ketua Umum KORMI Jawa Barat, Denda Alamsyah menyebutkan, alasan launching bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, tidak lain untuk mengambil spirit para pahlawan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.
"Para pahlawan kita dahulu mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan, kita saat ini sebagai pegiat olahraga masyarakat meng-khidmatnya dengan menjaga jiwa dan raga, agar sehat, bugar dan tentunya bahagia," kata Denda Alamsyah.
Menurutnya, dalam even bergengsi 2023 nanti, diperkirakan akan hadir lebih dari 20.000 para pegiat olahraga rekreasi masyarakat dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia.
"Jawa Barat sebagai tuan rumah, kami mengajak semua lapisan masyarakat Jawa Barat kompak. Mari kita sukseskan Fornas ke VII tahun 2023 yang akan diselenggarakan di bumi Siliwangi ini," tutur Denda.
Sementara itu Ketua Umum KORMI Nasional, Haryono Isman mengucapkan terimakasih kepada KORMI Jawa Barat, dimana di dalam menjalankan amanat KORMI Nasional yaitu menyelenggarakan Fornas ke VII 2023, diawali dengan baik yakni dengan peluncuran theme song, maskot dan logo Fornas.
"Fornas bagi kami sungguh sangat penting. Inilah Puncak komitmen KORMI kepada induk-induk olahraga (Inorga) yang berhimpun di KORMI. KORMI lahir dan hadir untuk melayani dan memperkuat Inorga," ujar Haryono.
Menurutnya, Inorga merupakan ujung tombak olahraga yang menyentuh masyarakat mulai dari tingkat paling bawah, RT/RW, desa/kelurahan, kecamatan hingga kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.
Disebutkan, di tengah kemerdekaan Negara Republik Indonesia, saat ini bangsa Indonesia baru menjadi bangsa yang sehat, tetapi belum bugar.