"Ibu Tanaka bilang ke saya bahwa selama ini banyak merekrut pekerja dari Vietnam, bahkan tahun ini ada 150 orang yang direkrut. Tapi kok makin kesini cenderung lebih memilih pekerja dari Jabar karena orang-orangnya santun, disiplin dan religius, terutama yang dari Priangan Timur," kata Abur.
Baca Juga: Clarissa Punipun, Sang Bintang Festival Jepang. Intip Hobi dan Perjalanan Kariernya
Bukan hanya itu, Abur menilai secara kompetensi keahlian lulusan SMK asal Tasikmalaya pun dapat bersaing.
Hal Itu ditunjukan dengan adanya lulusan SMK dari tahun ke tahun, yang berangkat kerja ke Jepang seperti di perusahaan otomotif, elektronik dan lainnya.
Lebih lanjut, Abur yang pernah mendapatkan beasiswa untuk belajar selama 3 tahun di Jepang ini menjelaskan, selain terkait kompetensi, ada tantangan lain yang dihadapi oleh para pekerja asal Indonesia, yaitu penguasaan bahasa.
Baca Juga: Event Festival Jepang, Jogja Japan Festival 2022 Akan Digelar Pada 17-18 September 2022
"Yang jadi masalah itu kemampuan bahasa asing. Makanya selain kompetensi, dari sisi bahasa asing juga harus ditingkatkan. Pertama harus menguasai Bahasa Inggris, kemudian jika mau kerja di Jepang maka pelajari bahasa Jepang. Begitu juga kalau mau kerja ke Korea atau China. Kalau bisa lulus hingga level N4," ujar Abur.
Terkait kerjasama dengan Tokyo Biso Kogyo Corporation, terang dia, untuk langkah awal pihaknya akan memberangkatkan sejumlah siswa dan guru untuk berkunjung ke Jepang, pada Januari 2023 nanti.
Kunjungan tersebut dalam rangka mencocokan kurikulum dengan perusahaan Tokyo Biso Kogyo Corporation yang telah berdiri sejak tahun 1957.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Dedi Supandi mengatakan, sejauh ini pihaknya mempersiapkan dua hal kepada perserta didik SMK.
Selain mendorong peserta didik SMK agar memiliki keahlian yang unggul sesuai dengan kompetensi yang dipilih, sekaligus mencetak mereka, menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif.
“Artinya, pelajar SMK setelah lulus nanti, tidak hanya bicara soal bekerja di industri atau perusahaan, tetapi mereka juga memiliki jiwa entrepreneur yang mampu membuka lapangan kerja dan lebih bermanfaat untuk orang banyak,” tutur Dedi.
Baca Juga: Rasakan Sensasi Masakan Jepang di Little Tokyo Favehotel Tasikmalaya
Pihaknya juga mengupayakan agar proses pembelajaran dapat terus disesuaikan dengan kondisi terkini. Termasuk dalam upaya pemutakhiran sarana dan prasarana.