Kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal di Jabar Meningkat, Puskesmas Cipatujah Waspada

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Sabtu, 22 Oktober 2022 | 08:58 WIB
Kepala Puskesmas Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, Tatang Nurfuad melakukan koordinasi dengan Pengurus Kecamatan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Cipatujah terkait kewaspadaan meningkatnya kasus gejala ginjal akut progresif atipikal di Jawa Barat.  (Dede Farhan Kamil )
Kepala Puskesmas Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, Tatang Nurfuad melakukan koordinasi dengan Pengurus Kecamatan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Cipatujah terkait kewaspadaan meningkatnya kasus gejala ginjal akut progresif atipikal di Jawa Barat. (Dede Farhan Kamil )

Mediapriangan.com - Kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal yang ditemukan di 20 provinsi di Indonesia, termasuk di Jabar, mendorong Puskesmas Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya tingkatkan status waspada.

Meskipun di Kabupaten Tasikmalaya belum ditemukan kasus pasien dengan gangguan ginjal akut progresif atipikal, pihak puskesmas berkoordinasi dengan instansi lainnya untuk memantau serta antisipasi dini adanya warga yang alami gejala ginjal akut progresif atipikal. 

Berada di daerah perbatasan dua wilayah administrasi pemerintahan serta daerah wisata ini, Puskesmas Cipatujah dituntut memiliki kesiapsiagaan serta langkah antisipatif pelayanan cepat apabila terdapat warga yang alami dugaan gangguan ginjal akut progresif atipikal. 

Baca Juga: Jangan Lupa Memakai Sarung dan Peci, Seragam Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2022

"Kami melihat, pihak puskesmas disini telah memiliki kesiapan untuk memberikan pelayanan dan penindakan pada anak sesuai SOP jika ditemukan mengalami gejala ginjal akut," kata anggota PK FKDM Cipatujah, Ryan Andriana Putra, Sabtu, 22 Oktober 2022. 

Menurutnya, berdasarkan hasil koordinasi dan komunikasi, Kepala Puskesmas Cipatujah, Tatang Nurfuad menyatakan saat ini Puskesmas Cipatujah status waspada. 

"Waspada dalam hal penanganan dan penindakan cepat untuk masyarakat Cipatujah jika ditemukan alami gejala gangguan ginjal akut atipikal. Serta waspada peredaran obat-obatan bentuk sediaan sirup yang diduga mengandung unsur munculnya gangguan ginjal akut," ujar Ryan Andriana Putra. 

Baca Juga: BPOM Tarik 5 Sirup Obat dengan EG Lebihi Ambang Batas

Sementara itu, Dinas Kesehatan Jawa Barat terus memantau perkembangan gangguan ginjal akut pada anak. 

Di Jabar sendiri, hingga 20 Oktober 2022, tercatat sebanyak 25 kasus. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jabar, Ryan Bayusantika Ristandi menyebutkan, dari 25 kasus tersebut, 15 penderita di antaranya meninggal dunia. 

"Baca Juga: DPRD Jawa Barat Tinjau Peran BUMN Dalam Pengembangan Desa, Temukan Beda Perlakuan Antar Desa

Data sementara ada 25 kasus di Jabar hingga 20 Oktober, dan 15 di antaranya meninggal dunia. Kita bekerja sama dengan IDAI dan terus berkoordinasi dalam penanganan wabah ini," kata Ryan Bayusantika. 

Menurutnya, koordinasi yang dilakukan dengan IDAI dan Dinkes Kabupaten/ Kota dilakukan terutama dalam hal melakukan kewaspadaan dini sesuai dengan prosedur standar. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dede Farhan Kamil

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X