Mediapriangan.com - Menyimpan uang demi masa depan adalah langkah bijak, apalagi di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu.
Meski begitu, banyak orang masih mempertanyakan, lebih menguntungkan mana: membeli emas atau menabung di bank?
Kedua cara ini sama-sama populer dan memiliki karakteristik berbeda. Memahami kelebihan serta kekurangannya bisa membantu menentukan pilihan sesuai tujuan finansial.
Bank: Akses Cepat dan Praktis
Menabung di bank menawarkan kemudahan akses. Uang bisa ditarik kapan saja, baik untuk kebutuhan harian maupun keadaan darurat.
Selain tabungan reguler, banyak bank juga menyediakan produk tambahan seperti deposito, reksa dana, hingga pasar uang.
Namun, kelemahan menabung di bank adalah nilainya rentan tergerus inflasi. Tanpa bunga atau imbal hasil yang memadai, daya beli uang dapat menurun seiring waktu.
Baca Juga: Diserang Buzzer dan Kampanye Hitam, Deodoran Asal Denmark Putuskan Hengkang dari Pasar Indonesia
Emas: Aset Tahan Inflasi untuk Jangka Panjang
Di sisi lain, emas dikenal sebagai aset yang nilainya relatif stabil dan tahan inflasi.
Dalam jangka menengah hingga panjang, harga emas cenderung meningkat, sehingga dapat melindungi nilai kekayaan.
Kini, pembelian emas semakin mudah dilakukan, misalnya melalui Galeri 24 milik PT Pegadaian yang menyediakan layanan investasi emas fisik maupun digital.
Artikel Terkait
Del Monte Foods Resmi Ajukan Bangkrut, Terlilit Utang Rp19 Triliun dan Terseret Perubahan Gaya Hidup Konsumen
Telkomsel Luncurkan Skul.id dan Gelar Internet BAIK di SMK Al-Huda Tasikmalaya, Dukung Sekolah Makin Digital
IFG Dorong Ekosistem Asuransi Tangguh Lewat Dialog Strategis, Soroti Tantangan dan Peluang Industri 2025
Indosat Perluas Jaringan di Jawa Barat, Gandeng Pelaku Lokal Demi Internet Andal hingga Pelosok Priangan Timur
IFG Ungkap Laba Asuransi Jiwa Tembus Rp5,3 Triliun di Q1 2025, Tekankan Transformasi Sistem Keuangan Terintegrasi
Bank Nasional dan Daerah Kompak Jamin Dana Nasabah Tetap Aman di Tengah Penataan Rekening Dormant