7 Kesalahan Finansial yang Sering Menjerat Kelas Menengah, dari Utang Konsumtif hingga Tekanan Gaya Hidup

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 8 Agustus 2025 | 08:36 WIB
Ilustrasi kesalahan finansial warga kelas menengah menurut pakar keuangan.  (Unsplash.com/Towfiqu)
Ilustrasi kesalahan finansial warga kelas menengah menurut pakar keuangan. (Unsplash.com/Towfiqu)

 

Mediapriangan.com - Dari luar, kehidupan kelas menengah kerap terlihat mapan, memiliki rumah, mobil, hingga liburan ke luar negeri. Namun, di balik itu, banyak yang terjebak masalah finansial karena pola pengelolaan uang yang kurang tepat.

Tekanan untuk tampil “sukses”, cicilan yang menumpuk, dan pengeluaran tanpa perhitungan membuat sebagian keluarga kesulitan membangun kekayaan yang stabil. Ironisnya, masalah ini sering baru disadari saat kondisinya sudah kritis.

Pakar keuangan sekaligus pendiri Balanced News Summary, Christopher William, menilai akar persoalan ini ada pada pengeluaran yang melebihi pemasukan.

Baca Juga: Emas atau Tabungan Bank? Simak Perbandingan Untung Rugi Menyimpan Uang di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

"Masalah paling merusak adalah ketika seseorang menghabiskan lebih banyak daripada yang mereka hasilkan," ujar William, dikutip dari Yahoo Financial, Kamis, 7 Agustus 2025.

Berikut rangkuman tujuh kesalahan finansial yang sering dilakukan warga kelas menengah dan berpotensi mengganggu kondisi keuangan jangka panjang.

1. Terjebak Utang Konsumtif dan Cicilan

Pinjaman online, cicilan barang elektronik, hingga kartu kredit kerap menjadi jebakan. Jonathan Merry dari Moneyzine mengingatkan, "Banyak yang ambil utang tanpa pikir panjang soal risikonya."

Carter Seuthe dari Credit Summit menambahkan, “Begitu bunga berjalan, sulit untuk keluar dari lingkaran itu.”

Baca Juga: Raffi Ahmad Beberkan Rahasia Sukses Bangun Bisnis, Harus Siap Capek, Gagal, dan Cari Tim yang Bisa Dipercaya!

2. Langganan dan Membership Tak Terpakai

Biaya langganan streaming, gym, atau aplikasi premium yang jarang digunakan bisa membebani pengeluaran bulanan. "Kelihatannya murah, tapi kalau dijumlahkan, jadi beban bulanan yang besar," ujar Merry.

3. Investasi pada Barang Bernilai Turun

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X