Membeli mobil baru atau barang mewah demi status sosial cenderung merugikan. Steven Neeley dari Fortress Capital Advisors menyarankan, “Daripada mobil mahal yang nilainya turun drastis, lebih baik beli mobil bekas yang masih layak pakai.”
4. Tetap Biayai Anak yang Sudah Dewasa
Kebiasaan ini, menurut Merry, berisiko menguras tabungan pensiun. "Lebih baik bantu mereka mandiri, dan fokus ke dana hari tua Anda sendiri."
5. Frugal Berlebihan
Berhemat berlebihan justru bisa memicu biaya lebih besar di kemudian hari. “Lebih baik beli barang yang kualitasnya bagus, meski sedikit lebih mahal,” kata Percy Grunwald dari Compare Banks.
6. Gaya Hidup Tak Sesuai Kemampuan
Kenaikan gaji sering mendorong orang membeli rumah besar atau mobil mahal. Dennis Shirshikov dari Awning mengingatkan, kemampuan membayar tidak selalu berarti layak secara finansial.
7. Pengeluaran karena Tekanan Sosial
Gawai terbaru, liburan mewah, hingga barang bermerek sering dibeli demi gengsi. "Saya punya kolega yang gajinya besar, tapi selalu habis demi gadget terbaru atau liburan mewah," kata Shirshikov.
Tujuh kebiasaan ini terlihat wajar di mata banyak orang, tetapi jika dibiarkan, dapat menggerus tabungan, mengganggu rencana pensiun, dan membuat kelas menengah sulit mencapai keamanan finansial.***
Artikel Terkait
Indosat Luncurkan HiFi Air HKM 127+, Solusi Internet Rumah Hemat dan Praktis di Jabodetabek, Banten dan Jawa Barat
Telkomsel Luncurkan Skul.id dan Gelar Internet BAIK di SMK Al-Huda Tasikmalaya, Dukung Sekolah Makin Digital
IFG Dorong Ekosistem Asuransi Tangguh Lewat Dialog Strategis, Soroti Tantangan dan Peluang Industri 2025
Indosat Perluas Jaringan di Jawa Barat, Gandeng Pelaku Lokal Demi Internet Andal hingga Pelosok Priangan Timur
IFG Ungkap Laba Asuransi Jiwa Tembus Rp5,3 Triliun di Q1 2025, Tekankan Transformasi Sistem Keuangan Terintegrasi
Bank Nasional dan Daerah Kompak Jamin Dana Nasabah Tetap Aman di Tengah Penataan Rekening Dormant