6 Strategi Anak Muda Bisa Menabung Meski Gaji Pas-pasan, Dari Atur Anggaran Hingga Investasi Ringan

photo author
Didit Fauzi Hendrian, Media Priangan
- Selasa, 2 September 2025 | 06:56 WIB
Foto Ilustrasi - Ada beberapa langkah yang bisa membantu anak muda membangun tabungan meski dengan gaji pas-pasan.  (Unsplash/Towfiqu barbhuiya)
Foto Ilustrasi - Ada beberapa langkah yang bisa membantu anak muda membangun tabungan meski dengan gaji pas-pasan. (Unsplash/Towfiqu barbhuiya)

Mediapriangan.com - Mengatur finansial bagi anak muda yang baru bekerja sering kali jadi tantangan. Pendapatan yang terbatas harus dibagi untuk kebutuhan pokok, gaya hidup, dan kadang cicilan.

Namun, bukan berarti menabung mustahil dilakukan. Dengan strategi yang tepat, gaji pas-pasan pun bisa cukup untuk membangun tabungan.

Berikut enam langkah praktis yang bisa diterapkan anak muda agar tetap bisa menabung dan bahkan memulai investasi sejak dini:

Baca Juga: Gen Z Merajai Gig Ekonomi, Tapi Masih Dihadapkan Tantangan Berat dalam Mengatur Stabilitas Finansial

1. Susun Anggaran Bulanan

Metode populer seperti 50-30-20 bisa dicoba: 50% dialokasikan untuk kebutuhan utama, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan atau investasi. Skema ini membantu agar pengeluaran tidak melebihi pemasukan.

2. Pisahkan Rekening Tabungan

Manfaatkan fitur tabungan otomatis dari bank digital seperti Jenius atau layanan serupa. Dengan sistem auto-debit, sebagian gaji langsung dialihkan ke rekening tabungan tanpa terasa berat.

3. Kurangi Pengeluaran yang Kurang Penting

Mencatat pengeluaran harian akan membantu melihat kebiasaan boros, misalnya terlalu sering ngopi di kafe atau belanja impulsif. Mengurangi sedikit saja kebiasaan ini bisa mempercepat pertumbuhan tabungan.

Baca Juga: Gaji Tetap atau Upah per-Jam, Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Finansial dan Keseimbangan Hidup?

4. Gunakan Promo dan Cashback Secara Cerdas

Promo dari e-commerce atau cashback aplikasi dompet digital seperti OVO dan GoPay bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Meski begitu, jangan sampai justru mendorong pembelian barang yang tidak diperlukan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Didit Fauzi Hendrian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X