Puncak tekanan terjadi pada Rabu 11 Maret ketika Rupiah tertekan hingga menyentuh level terendah intraday di Rp17.015 per dolar AS.
Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap risiko inflasi impor yang berpotensi menekan daya beli masyarakat dan memperberat kondisi pasar saham Indonesia.
Memasuki akhir pekan perdagangan, nilai tukar mulai menunjukkan tanda stabilisasi setelah intervensi otoritas moneter.
“Posisi penutupan di Rp16.960 adalah 'pesan' dari pasar bahwa kepercayaan terhadap stabilitas makroekonomi sedang diuji. Jika level ini bertahan lama, transmisi ke sektor riil melalui lonjakan biaya logistik dan manufaktur tidak akan terhindarkan,” ujar Kusfiardi.
Konflik Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Energi
Tekanan terhadap IHSG ambruk dan Rupiah tertekan juga dipicu oleh situasi geopolitik yang memanas di kawasan Selat Hormuz.
Ketegangan di jalur energi strategis tersebut membuat harga minyak dunia melonjak. Harga minyak Brent dan WTI bahkan sempat menyentuh kisaran 113 dolar AS per barel.
Sebagai negara yang masih bergantung pada impor energi, lonjakan harga minyak menjadi ancaman serius bagi perekonomian nasional.
“Ini adalah contagion effect yang menular ke seluruh rantai pasok dan daya beli masyarakat,” tambah Kusfiardi.
Kondisi tersebut memperburuk sentimen investor di pasar saham Indonesia, sehingga mempercepat aksi jual dan memperdalam kondisi IHSG ambruk selama pekan perdagangan.
Strategi Investasi di Tengah Volatilitas Pasar
Artikel Terkait
Wadirut MIND ID Dorong Indonesia Naik Kelas, Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Lewat Hilirisasi
Batas Investasi Saham Naik ke 20 Persen, IFG Progress Tekankan Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Hilirisasi Dorong Indonesia Naik Kelas, Wadirut MIND ID Beberkan Strategi Tekan Kemiskinan
Pasar Properti Jakarta 2026 Makin Stabil, Aktivitas Korporasi Jadi Motor Pemulihan Ekonomi Indonesia
ISCEA Indonesia Dorong Sustainability lewat Expert Class Green Procurement dan Green Supply Chain
Jerhemy Owen Ubah Sampah Sachet Jadi Papan Daur Ulang Plastik untuk Bangunan Pabrik Mininya