IHSG Ambruk 5,91 Persen dan Rupiah Tertekan, Pasar Indonesia Dihantam Perfect Storm dari Selat Hormuz

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 16 Maret 2026 | 06:39 WIB
Analis Ekonomi Politik Pasar Saham, Kusfiardi, menilai IHSG ambruk 5,91 persen dan Rupiah tertekan akibat konflik Selat Hormuz, membuat pasar Indonesia menghadapi perfect storm yang memicu capital outflow. (Dok. Pribadi)
Analis Ekonomi Politik Pasar Saham, Kusfiardi, menilai IHSG ambruk 5,91 persen dan Rupiah tertekan akibat konflik Selat Hormuz, membuat pasar Indonesia menghadapi perfect storm yang memicu capital outflow. (Dok. Pribadi)

Menghadapi kondisi IHSG ambruk dan Rupiah tertekan, Kusfiardi menyarankan investor untuk menerapkan strategi investasi yang lebih defensif.

Ia menyarankan investor meningkatkan rasio kas dalam portofolio hingga minimal 40 persen guna menjaga fleksibilitas menghadapi volatilitas pasar.

Selain itu, sektor energi dan konsumer primer dinilai relatif lebih tahan terhadap tekanan ekonomi dibandingkan sektor lain.

Baca Juga: Yogi Studio by The Blew Asal Bandung Tembus Pasar Mancanegara, Koleksi Imlek 2026 Curi Perhatian Global

Sebaliknya, sektor yang sensitif terhadap suku bunga dan pelemahan Rupiah seperti properti, konstruksi, dan transportasi sebaiknya dihindari sementara waktu.

Investor juga disarankan mempertimbangkan diversifikasi portofolio ke aset yang lebih aman seperti obligasi pemerintah dan emas fisik.

“Pekan ini adalah ujian penting. Jika level support IHSG di 7.000–7.100 mampu bertahan, kita bisa mengharapkan rebound terbatas. Namun, prioritas utama tetap mitigasi risiko terhadap kemungkinan breakout kembali ke atas Rp17.000 yang dapat mengancam stabilitas APBN,” tutup Kusfiardi.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X