Saat ini, belanja riset Indonesia yang sekitar 0,3 persen dari PDB dianggap belum cukup mendorong transformasi menuju negara inovator. Tanpa dukungan teknologi dan penelitian yang kuat, upaya hilirisasi industri akan sulit mencapai hasil maksimal.
Baca Juga: Limbah MBG Resahkan Warga Taraju, Camat Panggil Enam SPPG dan Siap Tempuh Langkah Hukum
Wadirut MIND ID merangkum kerangka strategi tersebut dalam konsep DAI, yakni Distinctive, Adaptive, dan Inclusive. Distinctive berarti membangun industrialisasi berbasis keunggulan nasional seperti bioenergi dan ekonomi halal.
Adaptive menuntut respons terhadap dinamika global, termasuk kebijakan karbon lintas negara, geopolitik multipolar, integrasi kecerdasan buatan, dan transisi energi hijau.
Sementara Inclusive menekankan keterlibatan UMKM, startup teknologi, BUMN, serta perguruan tinggi dalam satu ekosistem industri yang terintegrasi.***