Saat ini, belanja riset Indonesia yang sekitar 0,3 persen dari PDB dianggap belum cukup mendorong transformasi menuju negara inovator. Tanpa dukungan teknologi dan penelitian yang kuat, upaya hilirisasi industri akan sulit mencapai hasil maksimal.
Baca Juga: Limbah MBG Resahkan Warga Taraju, Camat Panggil Enam SPPG dan Siap Tempuh Langkah Hukum
Wadirut MIND ID merangkum kerangka strategi tersebut dalam konsep DAI, yakni Distinctive, Adaptive, dan Inclusive. Distinctive berarti membangun industrialisasi berbasis keunggulan nasional seperti bioenergi dan ekonomi halal.
Adaptive menuntut respons terhadap dinamika global, termasuk kebijakan karbon lintas negara, geopolitik multipolar, integrasi kecerdasan buatan, dan transisi energi hijau.
Sementara Inclusive menekankan keterlibatan UMKM, startup teknologi, BUMN, serta perguruan tinggi dalam satu ekosistem industri yang terintegrasi.***
Artikel Terkait
Terisolir di Aceh Tengah, Warga Kecamatan Linge Gotong Royong Bawa Tiang Listrik Seberangi Sungai Kala Ili
BPJS Ketenagakerjaan Kembali Raih Predikat Informatif 2025 dari Komisi Informasi Pusat
Kominfo Saba Desa Dorong Digitalisasi Desa Babakan, Diskominfo Pangandaran Perkuat Layanan Berbasis Teknologi
Proliga 2026 Putri Jelang Seri Bojonegoro, Top Skor Memanas, Megawati Hangestri Intai Tiga Besar
Comeback Alessandro Lodi di Proliga 2026 Seri Bojonegoro, Gresik Phonska Plus Bangkit Tanpa Oleksandra Bytsenko?
Penguatan Organisasi dan Refleksi Pers IPJI Ciamis, Diskominfo Kabupaten Ciamis Dorong Profesionalisme Media