JAKARTA, Mediapriangan.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mempercepat transformasi melalui program BRIvolution Reignite sebagai strategi memperkuat daya saing perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Transformasi tersebut juga menjadi bagian dari sinergi BRI sebagai anggota ekosistem Danantara Indonesia dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, BRIvolution Reignite merupakan kerangka transformasi terintegrasi yang dirancang untuk memperkokoh fundamental bisnis, meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi negara, masyarakat, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.
Baca Juga: BRI Jadi Motor Program 3 Juta Rumah, KPR Subsidi Tembus 77.592 Unit
Menurut Hery, transformasi tersebut memastikan BRI tidak hanya tumbuh sebagai institusi keuangan yang sehat dan kompetitif, tetapi juga tetap konsisten menjalankan perannya sebagai bank yang berpihak kepada ekonomi kerakyatan.
"Transformasi ini menjadi bagian dari komitmen BRI untuk menghadirkan value creation yang semakin besar sejalan dengan arah strategis Danantara Indonesia," ujarnya.
Transformasi BRIvolution Reignite dibangun di atas dua pilar utama. Pilar pertama, Transform the Funding Franchise, difokuskan pada penguatan struktur pendanaan melalui peningkatan dana murah (CASA) dan pengembangan kapabilitas transaction banking agar struktur pendanaan semakin efisien dan stabil.
Sementara pilar kedua, Revamp Existing Core and Build New Core, diarahkan untuk memperkuat bisnis inti kredit mikro sekaligus membangun sumber pertumbuhan baru melalui pengembangan consumer banking yang mampu menjawab kebutuhan nasabah di tengah dinamika industri perbankan.
Implementasi transformasi tersebut mulai tercermin pada kinerja keuangan BRI. Hingga Triwulan I 2026, total aset BRI Group tumbuh 7,2 persen secara tahunan menjadi Rp2.250 triliun. Kredit dan pembiayaan meningkat 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun, sementara laba bersih konsolidasian mencapai Rp15,5 triliun.
Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 9,4 persen menjadi Rp1.555,1 triliun. Peningkatan tersebut turut menurunkan cost of fund dari 2,98 persen pada Triwulan I 2025 menjadi 2,33 persen pada periode yang sama tahun ini.
Fundamental bisnis yang semakin kuat tersebut menjadi modal penting bagi BRI untuk memperbesar fungsi intermediasi, khususnya melalui penyaluran pembiayaan kepada sektor produktif.
Hingga akhir Juni 2026, BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp103,81 triliun kepada sekitar dua juta pelaku UMKM di berbagai daerah.