Serangan Ransomware ke BRI Disebut Janggal oleh Pakar IT, Teguh Aprianto Sebut Grup Paling Terkocak Tahun Ini

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 26 Desember 2024 | 09:04 WIB
Ilustrasi serangan ransomware. Pakar IT Teguh Aprianto menyebut klaim serangan terhadap BRI tak berdasar dan meragukan.   (Pixabay/@Franz Bachinger)
Ilustrasi serangan ransomware. Pakar IT Teguh Aprianto menyebut klaim serangan terhadap BRI tak berdasar dan meragukan. (Pixabay/@Franz Bachinger)


Mediapriangan.com - Isu ransomware yang menghebohkan publik beberapa hari terakhir menyebut Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi korban grup hacker bernama Bashe.

su ransomware yang diklaim menyerang BRI ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun @FalconFeedsio di platform X pada 18 Desember 2024.

Unggahan tersebut berbunyi, "Ransomware Alert. Bank Rakyat Indonesia (BRI), has fallen victim to Bashe Ransomware."

Baca Juga: Mau Viral tapi Salah Cara! Sebar Video Hoaks Uang Palsu dari ATM BRI, Warga Gowa Akhirnya Klarifikasi dan Minta Maaf

Dalam terjemahan bebas, berarti "Peringatan Ransomware. Bank Rakyat Indonesia telah menjadi korban Ransomware Bashe."

Namun, hingga saat ini klaim tersebut belum dapat diverifikasi kebenarannya. Meskipun begitu, kabar ini sempat membuat masyarakat khawatir, terutama nasabah BRI.

Mengenal Bashe Ransomware

Bashe, dikenal juga sebagai APT73 atau Eraleig, adalah kelompok hacker dengan metode Advanced Persistent Threat (APT).

Baca Juga: Rekap Seru BRI Journalism 360 Palembang, Dari Pelatihan Content Creator di UIN Raden Fatah Hingga Mediapreneur Talks

Mereka mulai aktif di tahun 2024 dan sering dikaitkan dengan serangan siber bermotif finansial.

Target mereka mencakup berbagai sektor strategis seperti perbankan, manufaktur, dan perusahaan bernilai tinggi lainnya di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Prancis, hingga India.

Kali ini, kelompok tersebut menetapkan tenggat tebusan pada 23 Desember 2024 pukul 16.00 WIB.

Mereka meminta 5 Bitcoin, atau sekitar Rp7,9 miliar, dengan ancaman menjual data ke pihak ketiga jika tuntutan tidak dipenuhi.

Baca Juga: Diskusi Bareng Mahasiswa UIN Raden Fatah, CEO Promedia di BRI CoreLab Palembang, Bisnis Informasi Tak Pernah Mati

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X