Fenomena Passion Economy, Saat Hobi Anak Muda Berubah Jadi Konten Kreatif dan Sumber Penghasilan Menjanjikan

photo author
Didit Fauzi Hendrian, Media Priangan
- Minggu, 24 Agustus 2025 | 08:51 WIB
Ilustrasi seorang konten kreator yang menyalurkan hobinya hingga menjadi sumber keuntungan.  (Freepik.com)
Ilustrasi seorang konten kreator yang menyalurkan hobinya hingga menjadi sumber keuntungan. (Freepik.com)

 

Mediapriangan.com - Di era digital, hobi tidak lagi sekadar aktivitas pengisi waktu luang. Kini, semakin banyak anak muda Indonesia yang mampu mengubahnya menjadi sumber penghasilan. Fenomena ini dikenal dengan istilah passion economy.

Konsep ini merujuk pada tren global di mana minat pribadi dapat diolah menjadi karya digital yang menarik perhatian.

Tidak sedikit kreator yang awalnya hanya berbagi kesukaan sederhana, namun kemudian berkembang hingga dikenal luas.

Baca Juga: Tips Ampuh Mengelola Utang, Ini Cara Jaga Stabilitas Keuangan dan Hindari Tekanan Finansial Berlebih

Salah satu contohnya adalah Nessie Judge. Lewat konten misteri di YouTube, Nessie mengubah ketertarikannya pada sejarah dan cerita unik menjadi tontonan yang digemari jutaan orang.

Hal serupa juga terlihat pada Windah Basudara, streamer gaming dengan komunitas “bocil kematian”.

Popularitasnya bukan semata karena keahlian bermain game, melainkan interaksi hangat dan humor yang membuat pengikutnya merasa dekat.

Baca Juga: Mulai 2026 Minuman Berpemanis Kena Cukai, DPR Pastikan Tarif Dibahas Demi Jaga Industri dan Konsumen

Contoh lain adalah Fadil Jaidi bersama ayahnya, Pak Muh. Konten mereka sederhana dan spontan, namun justru menghadirkan kedekatan emosional yang kuat dengan audiens.

"Modal utama bukan uang, melainkan keberanian mengekspresikan diri dan membangun koneksi dengan audiens," demikian keterangan Mighty Networks yang dikutip pada Sabtu, 23 Agustus 2025.

Tren passion economy sendiri semakin menguat sejak pandemi Covid-19. Generasi Z yang tumbuh bersama media sosial menemukan cara baru untuk menghasilkan uang tanpa harus bergantung pada pekerjaan kantoran.

Baca Juga: Remaja Perlu Pahami Investasi Kripto, Meski Berisiko Tinggi Bisa Jadi Sarana Latihan Finansial di Era Digital

Kemajuan teknologi dan platform digital pun mempercepat fenomena ini. Kini, siapa pun bisa memonetisasi hobi dengan menghadirkan konten unik secara konsisten.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Didit Fauzi Hendrian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X