Fenomena Ketawa Karier! Humor di Kantor Jadi Senjata Redakan Stres hingga Bangun Tim yang Lebih Solid

photo author
Didit Fauzi Hendrian, Media Priangan
- Senin, 1 September 2025 | 06:39 WIB
Ilustrasi fenomena ketawa karier yang menjadi strategi membangun tim yang solid. (Freepik.com)
Ilustrasi fenomena ketawa karier yang menjadi strategi membangun tim yang solid. (Freepik.com)

Mediapriangan.com - Humor di tempat kerja kini mulai dipandang lebih serius. Bukan hanya sekadar candaan ringan, tetapi juga dianggap sebagai strategi untuk menciptakan suasana kerja yang sehat dan membangun tim yang solid.

Sejumlah penelitian menunjukkan, ketawa karier bisa mempererat hubungan antar karyawan, meredakan ketegangan, bahkan meningkatkan produktivitas.

Hampir semua orang punya pengalaman bagaimana canda sederhana dapat mencairkan suasana rapat atau membuat pekerjaan terasa lebih ringan.

Baca Juga: 5 Tantangan Tersembunyi Saat Merintis Usaha, dari Modal hingga Risiko Gagal yang Harus Diantisipasi Pebisnis

"Humor membantu orang menghadapi tekanan, mempererat hubungan, bahkan sering dipakai pemimpin untuk membangun kedekatan dengan timnya," ungkap Robert J. Trulaski dalam risetnya yang dikutip Senin, 1 September 2025.

Trulaski menjelaskan, humor dapat menjadi alat komunikasi yang efektif, terutama di lingkungan kerja yang penuh tekanan. Meski begitu, penerimaan humor ternyata berbeda-beda tergantung siapa yang menyampaikannya.

Dalam salah satu studi, pria – baik yang berstatus tinggi maupun rendah – cenderung dinilai positif saat menggunakan humor. Sebaliknya, wanita berstatus rendah justru mendapat penilaian negatif bila melontarkan humor agresif.

Baca Juga: 4 Tips Memilih Skincare Anak! Hindari Risiko Salah Pakai dengan Cek Kandungan, Jenis Kulit, hingga Izin BPOM

Artinya, ketawa memang bisa menguatkan ikatan tim, tetapi respon terhadap candaan tidak selalu seragam. Walau demikian, bagi banyak karyawan, humor tetap menjadi perekat penting yang memperlancar komunikasi.

Lebih jauh, penelitian lain menemukan bahwa humor memiliki kaitan langsung dengan kepuasan kerja. Studi harian selama dua minggu menunjukkan, humor mendorong emosi positif yang membuat seseorang merasa lebih bahagia dan puas dengan pekerjaannya.

"Ketika seseorang mendengar atau melontarkan humor, mereka melaporkan perasaan lebih bahagia dan lebih puas dengan pekerjaannya," jelas Trulaski. "Yang menarik, kepuasan kerja hari ini bisa mendorong mereka untuk melontarkan humor keesokan harinya."

Baca Juga: Tips Ampuh Mengelola Utang, Ini Cara Jaga Stabilitas Keuangan dan Hindari Tekanan Finansial Berlebih

Tak hanya menciptakan kebahagiaan, humor juga membuat interaksi antar anggota tim lebih cair. Canda kecil di sela pekerjaan bisa menumbuhkan rasa kebersamaan, sehingga kerja sama menjadi lebih solid.

Bahkan, banyak pemimpin yang sengaja menggunakan humor untuk membangun kedekatan dengan bawahannya. Tawa bersama membuat jarak hierarki terasa berkurang dan hubungan kerja lebih harmonis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Didit Fauzi Hendrian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X