Bank kredit umumnya memiliki suku bunga yang lebih rendah dibandingkan Pinjol, sehingga dapat menurunkan biaya pinjaman secara keseluruhan.
Singkatnya, Pinjol menawarkan akses cepat dan mudah untuk pinjaman kecil dengan suku bunga lebih tinggi.
Sementara bank kredit menyediakan layanan perbankan yang lebih luas dan biasanya menawarkan suku bunga pinjaman yang lebih rendah.
Pilihan di antara keduanya bergantung pada kebutuhan individu, preferensi, dan keadaan keuangan.
Secara kasat mata pinjol lebih disukai oleh masyarkat karena tanpa harus ada jaminan yang memadai.
Meskipun sering terjadi intimidasi dari pihak pinjol jika terjadi keterlambatan pembayaran, banyak peminjam yang sudah terbiasa dengan kondisi tersebut.
Hal ini disebabkan oleh keterbatasan akses ke saluran peminjaman lain yang lebih aman, seperti meminjam uang dari saudara atau teman.
Atau juga ke lembaga keuangan lainnya yang prosesnya dianggap terlalu rumit, sementara kebutuhan finansial mendesak dan tidak bisa ditunda.
Untuk mencegah masalah ini, pemerintah harus mampu memberikan solusi agar masyarakat tidak terpaksa meminjam uang melalui Pinjol dan menjadi korban praktik yang merugikan.
Sebaiknya, pemerintah peka dan berupaya menyediakan lembaga keuangan yang lebih fleksibel, serupa dengan pinjol, tetapi dengan layanan yang lebih ringan dan aman. (Eka Satrya P) ***