Keistimewaan Puasa Syawal, Puasa Sunah 6 Hari Seperti Berpuasa Setahun Penuh

photo author
Asep Budi Karyana, Media Priangan
- Senin, 2 Mei 2022 | 21:26 WIB

Mediapriangan.com – Bulan suci ramadan kini telah berlalu meninggalkan kita, bulan agung yang begitu syarat dengan berbagai keistimewaan pahala ibadah, baik wajib maupun yang sunah. 

Keagungan bulan ramadan tidak akan ditemukan pada bula-bulan lainnya di mana di dalamnya terdapat malam lailatul qadar. Dalam Islam, banyak kegiatan ibadah sunah yang tidak kalah besar pahalanya dengan ibadah-ibadah wajib yang dapat kita kita kerjakan untuk meningkatkan kualitas ketaqwaan kepada Allah SWT.

Dari begitu banyaknya ibadah-ibadah sunah yang bisa kita kerjakan, salah satunya adalah puasa syawal yang dikerjakannya sehari setelah lebaran (dua syawal). 

Sebagian ulama menganjurkan puasa syawal selama enam hari dilakukan secara berturut-turut. Kendati demikian, dibolehkan juga dilakukan secara berselang-seling. Puasa sunah ini boleh dikerjakan juga dengan selang waktu, selama masih berada di bulan syawal.

Puasa syawal  hendaknya dikerjakan setelah membayar utang (mengqadha) puasa ramadan, karena beribadah itu harus memprioritaskan yang fardu. Jadi bagi siapapun yang punya hutang puasa ramadan, hendaknya dahulukan membayar (mengqadha) puasanya, baru setelah itu berpuasa sunnah syawal.

Puasa syawal atau puasa sebanyak 6 hari di bulan syawal memiliki keutamaan yang istimewa, seperti diterangkan Rasulullah SAW dalam hadits yang artinya:

“Dari Abu Ayub Al Anshari RA, Rasulullah SAW berkata, “Barang siapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR Muslim)

Dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-An’am ayat 160, bahwa setiap satu amal ibadah akan dibalas pahala sepuluh kali lipatnya. 

Mengacu pada penjelasan tersebut, jika dikalkulasikan pahala puasa ramadan selama 1 bulan dikali 10, sama dengan mendapatkan pahala berpuasa selama 10 bulan, kemudian 6 hari puasa syawal dikali 10, sama dengan berpuasa selama 60 hari (dua bulan). Jadi 10 bulan ditambah 2 bulan sama dengan 12 bulan (satu tahun). 

Itulah akumulasi hitungan secara matematika tentang pahala puasa ramadan yang ditambah dengan pahala puasa syawal. Bisa saja lebih dari itu, karena Allah SWT sangat mencintai hamba-Nya yang bertaqwa.

Berpuasa sunah syawal, juga merupakan pembuktian konsistensi dan semangat beribadah setelah selesainya bulan Ramadan. Berlalunya bulan ramadan, bukan berarti bentuk ibadah-ibadah di dalamnya ikut berlalu bahkan terputus. 

Untuk  meningkatkan level ketaqwaan kepada Allah SWT setelah berlalunya bulan ramadan, kita harus berupaya untuk meningkatkan peribadahan kepada Allah SWT. Salah satunya adalah dengan melaksanakan puasa syawal sebagai bukti konsistensi puasa yang sudah dilakukan selama bulan Ramadan. 

Wallohu’alam Bissowab.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Asep Budi Karyana

Tags

Rekomendasi

Terkini

X