Viral! Warga Protes Sound Horeg karena Kaca Rumah Nyaris Pecah, Netizen Sebut Bikin Resah, Tolong Buat UU Larangan!

photo author
Yiyin Sulastri, Media Priangan
- Jumat, 25 Juli 2025 | 21:49 WIB
Tangkapan layar video viral yang menunjukkan seorang ibu meminta sound horeg dihentikan.  (Instagram/feedgramindo)
Tangkapan layar video viral yang menunjukkan seorang ibu meminta sound horeg dihentikan. (Instagram/feedgramindo)

 

Mediapriangan.com - Fenomena sound horeg kembali memicu kontroversi setelah sebuah video memperlihatkan seorang ibu di Jawa Timur memohon agar dentuman musik dari panggung hiburan dihentikan karena menyebabkan kaca rumahnya hampir pecah.

Video tersebut diunggah akun Instagram @feedgramindo pada Jumat, 25 Juli 2025, dan langsung menyebar luas di media sosial.

Dalam rekaman itu, tampak seorang ibu berdiri di depan rumahnya dengan ekspresi gelisah, sembari melambaikan tangan ke arah sumber suara keras.

Baca Juga: Jarak Aman 2 KM dari Sound Horeg? Dokter THT Ingatkan Risiko Tuli Gegara Dentuman 130 dB

Yang mencuri perhatian, si ibu tampak memegang kaca jendela rumah yang bergetar hebat akibat suara dari sound system berdaya tinggi, lazim digunakan dalam acara sound horeg. Warganet pun menyuarakan keprihatinan atas gangguan yang ditimbulkan.

“Terbalik dengan pernyataan pemilik Sound horeg yang katanya warga senang dan bangga,” tulis narasi dalam video tersebut, menyindir klaim sebagian pemilik sound system yang menganggap dentuman keras itu disenangi warga.

Unggahan tersebut langsung menuai beragam reaksi dari netizen. Banyak yang menyampaikan keresahan serupa dan menilai keberadaan sound horeg sudah melampaui batas kenyamanan lingkungan.

Baca Juga: Cak Imin Tanggapi Fatwa Haram Sound Horeg, Ekonomi Boleh Tumbuh, Tapi Jangan Sampai Ganggu Orang Lain!

Salah satu komentar yang menarik perhatian datang dari akun @ayl*****9. Ia bahkan menandai akun Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, sembari menuliskan: “Tolong bikin UU larangan sound horeg.”

Fenomena sound horeg memang semakin marak dalam beberapa tahun terakhir, terutama di wilayah pedesaan dan pinggiran kota.

Meskipun dianggap sebagai hiburan alternatif bagi masyarakat, tak sedikit yang mengeluhkan dampak negatifnya, seperti gangguan tidur, kebisingan ekstrem, hingga risiko kerusakan bangunan.

Baca Juga: Khofifah Dipanggil KPK Terkait Dugaan Korupsi Hibah Jatim, Terseret Skandal 21 Tersangka Pokmas APBD 2019-2022

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah daerah setempat terkait insiden terbaru ini. Namun, tekanan dari masyarakat terhadap regulasi yang lebih tegas tampaknya semakin kuat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X