“Nah ini baru benar Pak Helmy, nice share. Semoga di negara ini bisa meniru hal positifnya,” tulisnya di kolom komentar.
Kebijakan tegas ini sejatinya merupakan bagian dari kampanye digital “Clear and Bright” yang sudah diluncurkan pemerintah China sejak 2024.
Tujuannya adalah membersihkan media sosial dari konten yang dinilai tidak bermutu dan menyesatkan masyarakat.
Salah satu influencer populer di China yang menjadi ‘korban’ dari kebijakan ini adalah Wang Hongquan, yang kerap dijuluki sebagai Kim Kardashian versi Tiongkok.
Wang, yang memiliki empat juta pengikut di Douyin—versi TikTok di China—mendapati akunnya tidak bisa diakses sejak 18 Mei 2024.
Padahal, ia kerap mengunggah gaya hidup mewah seperti busana desainer, penerbangan kelas satu, hingga koleksi perhiasan giok.
Fenomena ini menimbulkan perdebatan di kalangan netizen Indonesia: apakah aturan serupa sebaiknya diterapkan juga di Tanah Air untuk meningkatkan kualitas konten digital?***
Artikel Terkait
Viral Warga Landak Difoto Pegang 2 Karung Beras Bantuan, Tapi Hanya Terima 1 Saat Pulang ke Rumah
Denny Sumargo Harap Kisruh Erika Carlina dan DJ Panda Segera Selesai, Bisa Jadi Cermin untuk Publik
Jokowi Sindir Isu Ijazah Saat Reuni UGM, Tegaskan Kalau Ijazahnya Palsu, Maka 88 Alumni Lainnya Juga Palsu
Denny Sumargo Dihujat Usai Undang DJ Panda, Ungkap Pernah Diboikot Publik Gegara Isu Anak di Luar Nikah
Kalah dari Indonesia U-23, Media Thailand Sindir Keras: Mimpi ke Piala Dunia Masih Sekadar Retorika Kosong
DJ Bravy Sindir Balik DJ Panda yang Ngaku Depresi Usai Erika Carlina Hamil dan Job Sepi, Sebut Sudah Wajar!
Isu Anies Gandeng Ahok di Pilpres 2029 Makin Kencang, Ini Respons Mengejutkan Sang Mantan Gubernur DKI
Seskab Teddy dan Menteri Imipas Agus Kompak Dorong Reformasi 65 Ribu Pegawai demi Layanan Imigrasi Cepat dan Transparan