Nur Bayan membawa konsep molimo dalam menciptakan lagu-lagu berbahasa Jawa. Molimo, sebagai ajakan untuk menjauhi perilaku negatif seperti main (judi), mendem (mabuk), madon (bermain perempuan), maling (mencuri), dan madat (candu), menjadi filosofi di balik karya-karyanya.
Baca Juga: Profil dan Biodata Anissa Aziza, Istri Raditya Dika yang Mendadak Trending Topic di Twitter
Lagu-lagu seperti ‘Oplosan’, ‘Doremi’, dan ‘Kapokmu Kapan’ membawa pesan positif, mengajak pendengarnya untuk berhenti minum minuman keras, judi, dan bermain wanita.
Peraih empat penghargaan Anugerah Musik Dangdut Indonesia tahun 2016 ini memiliki misi mendalam dalam kariernya. Melalui musik campursari, ia berharap bisa turut menyelamatkan dan mempromosikan warisan budaya daerah.***