Mediapriangan.com - Di kancah musik campursari, Jawa Timur memiliki figur unik bernama Nur Bayan. Dengan gaya rambut gondrong dan blankon yang selalu ia kenakan di atas panggung, ia mengingatkan kita pada sosok The Godfather of Ambyar, Didi Kempot.
Nur Bayan, pria berusia 37 tahun ini, tak hanya menjadi penyanyi dangdut dan campursari, tetapi juga pencipta lagu yang berbakat. Namun, seperti perjalanan karier sang legenda, Didi Kempot, hidup Nur Bayan penuh rintangan.
Kelahiran Kediri, Jawa Timur, pada 14 Juni 1983, Nur Bayan bermimpi untuk memiliki grup musik terkenal sebelum menjadi penyanyi campursari. Namun, keterbatasan dan kendala lainnya membuatnya mengubur cita-citanya.
Awalnya, Nur Bayan bermimpi memiliki grup musik sekelas Jamrud dan Dewa, namun keterbatasan di Kediri membuatnya sadar bahwa mimpinya itu mustahil.
Dengan hati berat, Nur Bayan mengubah arah langkahnya. Ia memutuskan untuk mencoba keberuntungan sebagai penyanyi dan pencipta lagu dangdut serta campursari.
Meski beberapa tahun karirnya sepi dari sorotan publik, ia tetap konsisten berkarya di dunia musik tradisional.
Konsistensi tersebut akhirnya membuahkan hasil pada sekitar tahun 2013. Lagu-lagunya mulai menjadi populer di industri musik nasional, dan nama Nur Bayan pun semakin dikenal oleh banyak orang melalui hits seperti ‘Oplosan’, ‘Pokoke Joget’, dan ‘Tresno Waranggono’.
Nur Bayan mengakui bahwa Didi Kempot menjadi cermin bagi dirinya dalam berkarya, terutama dalam menyuarakan musik campursari. Meski memiliki perjalanan penuh tantangan, Nur Bayan bertekad untuk terus berkarya di bidang ini.
Karier campursari-nya dimulai pada tahun 2007, menjadikannya penyanyi termuda di tengah tokoh-tokoh campursari yang kebanyakan berusia tua.
Baca Juga: Menikah Lagi Usai Menjanda 10 Tahun, Ini Profil dan Biodata Hingga Perjalanan Karier Della Puspita
Saat itu, industri campursari sangat terbatas dengan hanya sedikit tokoh seperti Manthous, Cak Dikin, dan Didi Kempot.
Sebelum merambah ke campursari, Nur Bayan lebih banyak menciptakan lagu berbahasa Indonesia untuk ajang pencarian bakat di televisi. Namun, ia selalu bercita-cita untuk menciptakan lagu berbahasa Jawa.
Artikel Terkait
Tissa Biani Menjadi Festival Ambassador Film Korea Indonesia, Intip Profil Pemain KKN di Desa Penari Ini
Akhirnya Terbongkar Kiprah Seorang Ratu Iblis di Indonesia, Berikut Profil dan Biodata Lengkapnya
Nama Asli Artis Anya Geraldine, Pemeran Ibu Dalam Film Horor Spirit Doll, Simak Profil dan Biodatanya
Sinetron Terbaru Artis Amanda Manopo Mencuri Perhatian Publik, Ini Biodata Pemeran Andin di Ikatan Cinta
Della Puspita Menikah Lagi Dengan Pria 9 Tahun Lebih Muda, Ini Kronologi Sang Artis Dituduh Rebut Suami Orang