Bintang Campursari Nur Bayan, Dari Mimpi Grup Musik Hingga Misi Menginspirasi Dengan Lagu-Lagu Positif

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 9 Oktober 2023 | 20:00 WIB
Profil Nur Bayan seorang penyanyi dan pencipta lagu dangdut serta campursari asal Kediri Jawa Timur.   (Instagfram.com/@mr_nurbayan)
Profil Nur Bayan seorang penyanyi dan pencipta lagu dangdut serta campursari asal Kediri Jawa Timur. (Instagfram.com/@mr_nurbayan)

Mediapriangan.com - Di kancah musik campursari, Jawa Timur memiliki figur unik bernama Nur Bayan. Dengan gaya rambut gondrong dan blankon yang selalu ia kenakan di atas panggung, ia mengingatkan kita pada sosok The Godfather of Ambyar, Didi Kempot.

Nur Bayan, pria berusia 37 tahun ini, tak hanya menjadi penyanyi dangdut dan campursari, tetapi juga pencipta lagu yang berbakat. Namun, seperti perjalanan karier sang legenda, Didi Kempot, hidup Nur Bayan penuh rintangan.

Kelahiran Kediri, Jawa Timur, pada 14 Juni 1983, Nur Bayan bermimpi untuk memiliki grup musik terkenal sebelum menjadi penyanyi campursari. Namun, keterbatasan dan kendala lainnya membuatnya mengubur cita-citanya.

Baca Juga: Menapak Jejak Bintang Dangdut Sukses yang Bawa Nama Kota Kediri, Dari Nella Kharisma hingga Happy Asmara

Awalnya, Nur Bayan bermimpi memiliki grup musik sekelas Jamrud dan Dewa, namun keterbatasan di Kediri membuatnya sadar bahwa mimpinya itu mustahil.

Dengan hati berat, Nur Bayan mengubah arah langkahnya. Ia memutuskan untuk mencoba keberuntungan sebagai penyanyi dan pencipta lagu dangdut serta campursari.

Meski beberapa tahun karirnya sepi dari sorotan publik, ia tetap konsisten berkarya di dunia musik tradisional.

Baca Juga: Shani Indira Natio Meninggalkan Jejak yang Tak Terhapuskan Dalam Sejarah JKT48, Ini Dia Profil dan Biodatanya

Konsistensi tersebut akhirnya membuahkan hasil pada sekitar tahun 2013. Lagu-lagunya mulai menjadi populer di industri musik nasional, dan nama Nur Bayan pun semakin dikenal oleh banyak orang melalui hits seperti ‘Oplosan’, ‘Pokoke Joget’, dan ‘Tresno Waranggono’.

Nur Bayan mengakui bahwa Didi Kempot menjadi cermin bagi dirinya dalam berkarya, terutama dalam menyuarakan musik campursari. Meski memiliki perjalanan penuh tantangan, Nur Bayan bertekad untuk terus berkarya di bidang ini.

Karier campursari-nya dimulai pada tahun 2007, menjadikannya penyanyi termuda di tengah tokoh-tokoh campursari yang kebanyakan berusia tua.

Baca Juga: Menikah Lagi Usai Menjanda 10 Tahun, Ini Profil dan Biodata Hingga Perjalanan Karier Della Puspita

Saat itu, industri campursari sangat terbatas dengan hanya sedikit tokoh seperti Manthous, Cak Dikin, dan Didi Kempot.

Sebelum merambah ke campursari, Nur Bayan lebih banyak menciptakan lagu berbahasa Indonesia untuk ajang pencarian bakat di televisi. Namun, ia selalu bercita-cita untuk menciptakan lagu berbahasa Jawa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X