Nur Bayan membawa konsep molimo dalam menciptakan lagu-lagu berbahasa Jawa. Molimo, sebagai ajakan untuk menjauhi perilaku negatif seperti main (judi), mendem (mabuk), madon (bermain perempuan), maling (mencuri), dan madat (candu), menjadi filosofi di balik karya-karyanya.
Baca Juga: Profil dan Biodata Anissa Aziza, Istri Raditya Dika yang Mendadak Trending Topic di Twitter
Lagu-lagu seperti ‘Oplosan’, ‘Doremi’, dan ‘Kapokmu Kapan’ membawa pesan positif, mengajak pendengarnya untuk berhenti minum minuman keras, judi, dan bermain wanita.
Peraih empat penghargaan Anugerah Musik Dangdut Indonesia tahun 2016 ini memiliki misi mendalam dalam kariernya. Melalui musik campursari, ia berharap bisa turut menyelamatkan dan mempromosikan warisan budaya daerah.***
Artikel Terkait
Tissa Biani Menjadi Festival Ambassador Film Korea Indonesia, Intip Profil Pemain KKN di Desa Penari Ini
Akhirnya Terbongkar Kiprah Seorang Ratu Iblis di Indonesia, Berikut Profil dan Biodata Lengkapnya
Nama Asli Artis Anya Geraldine, Pemeran Ibu Dalam Film Horor Spirit Doll, Simak Profil dan Biodatanya
Sinetron Terbaru Artis Amanda Manopo Mencuri Perhatian Publik, Ini Biodata Pemeran Andin di Ikatan Cinta
Della Puspita Menikah Lagi Dengan Pria 9 Tahun Lebih Muda, Ini Kronologi Sang Artis Dituduh Rebut Suami Orang