Ciplukan, Buah Liar Indonesia yang Jadi Komoditas Dunia karena Khasiat Obat Alami dari Radang Usus hingga Kanker

photo author
Yiyin Sulastri, Media Priangan
- Sabtu, 16 Agustus 2025 | 20:21 WIB
Ciplukan atau Golden Berries banyak tumbuh di daerah beriklim tropis dengan kelembapan tinggi di Indonesia.   (Freepik/azerbaijan_stockers)
Ciplukan atau Golden Berries banyak tumbuh di daerah beriklim tropis dengan kelembapan tinggi di Indonesia. (Freepik/azerbaijan_stockers)

 

 

Mediapriangan.com – Dahulu sering dipandang sebelah mata sebagai tanaman liar, kini ciplukan atau golden berry justru menjelma menjadi buah yang diburu pasar global.

Buah mungil asal Indonesia ini menarik perhatian karena tidak hanya menawarkan rasa segar, tetapi juga kandungan gizi dengan manfaat kesehatan yang luar biasa.

Dilansir dari Healthline, ciplukan berbentuk kecil bulat, terbungkus kelopak tipis mirip kertas kering. Di balik bentuknya yang sederhana, buah ini menyimpan vitamin A, B, C, E, K1, serta berbagai mineral penting.

Baca Juga: Fakta Mengejutkan dari Studi Terbaru! Diet Tinggi Protein Ternyata Aman, Tak Berisiko Bagi Ginjal dan Jantung

Buah yang juga disebut cecendet di daerah Jawa Barat ini, memiliki kandungan antioksidan yang dipercaya mampu menangkal radikal bebas yang memicu penyakit kronis.

Sejumlah penelitian internasional bahkan menemukan bahwa golden berry memiliki senyawa fenolik yang bisa menghambat pertumbuhan sel kanker, termasuk kanker payudara dan usus besar.

Temuan ini membuat buah asli Nusantara tersebut dilirik sebagai alternatif obat alami.

Di tanah air, ciplukan tumbuh subur di daerah tropis lembap, dari pekarangan hingga tepi sawah, misalnya di wilayah Sumedang, Jawa Barat.

Baca Juga: Aroma Teh Bikin Rileks, Intip Manfaat dan Rekomendasi Pewangi Ruangan Gantung yang Harganya Ramah Kantong

Namun, keberadaannya kerap dianggap sepele dan sering terbuang percuma. Ironisnya, di luar negeri buah ini justru dijual dengan harga tinggi dan diolah menjadi berbagai menu sehat seperti salad, selai, maupun saus.

"Selain melawan radikal bebas, ciplukan juga disebut dapat membantu mengurangi peradangan. Senyawa khusus bernama withanolides diyakini berperan dalam melindungi tubuh dari penyakit peradangan usus," demikian studi ilmiah yang diungkap Healthline, dikutip pada Sabtu, 16 Agustus 2025.

Kandungan vitamin C pada ciplukan juga cukup tinggi. Dalam 140 gram buah terdapat sekitar 15,4 mg vitamin C, jumlah ini mampu mencukupi hingga 21 persen kebutuhan harian wanita dan 17 persen untuk pria. Vitamin C diketahui penting dalam memperkuat sistem imun tubuh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X