Fakta Mengejutkan dari Studi Terbaru! Diet Tinggi Protein Ternyata Aman, Tak Berisiko Bagi Ginjal dan Jantung

photo author
Yiyin Sulastri, Media Priangan
- Sabtu, 16 Agustus 2025 | 20:11 WIB
Ilustrasi protein yang berperan vital bagi kesehatan manusia.   (Freepik/jcom)
Ilustrasi protein yang berperan vital bagi kesehatan manusia. (Freepik/jcom)

 Mediapriangan.com - Protein merupakan salah satu makronutrien penting selain karbohidrat dan lemak. Kehadirannya sangat vital dalam tubuh, mulai dari membantu transportasi oksigen, menjaga sistem imun, mengirim sinyal saraf, hingga mendukung pertumbuhan sel.

Namun, banyak orang masih bertanya-tanya, apakah konsumsi protein berlebihan dapat menimbulkan masalah kesehatan?

Mengutip Healthline, kebutuhan protein harian seseorang tidak sama. Faktor seperti usia, berat badan, tingkat aktivitas fisik, hingga kondisi medis sangat memengaruhi jumlah asupan yang diperlukan.

Baca Juga: Aroma Teh Bikin Rileks, Intip Manfaat dan Rekomendasi Pewangi Ruangan Gantung yang Harganya Ramah Kantong

"Menurut standar Recommended Dietary Allowance (RDA), kebutuhan protein harian adalah 0,36 gram per pon atau setara 0,8 gram per kilogram berat badan," tulis Healthline, Sabtu, 16 Agustus 2025. 

Meski demikian, pakar gizi menyebut individu dengan aktivitas fisik lebih tinggi membutuhkan protein lebih banyak. Rekomendasinya berkisar 1,2 hingga 2 gram per kilogram per hari.

Atlet, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, hingga penderita penyakit tertentu bahkan memerlukan asupan yang lebih besar.

Baca Juga: 5 Teknik Pernapasan Ampuh Usir Stres, dari Pursed Lip hingga Alternate Nostril Breathing

Selama ini, diet tinggi protein kerap dikaitkan dengan risiko gangguan ginjal, jantung, hingga tulang. Akan tetapi, berbagai penelitian justru menunjukkan hasil berbeda.

Salah satu studi besar terhadap lebih dari 12 ribu orang dewasa menyimpulkan tidak ada hubungan antara konsumsi protein, baik hewani maupun nabati, dengan penyakit jantung.

Studi tahun 2020 juga menegaskan hal serupa, bahkan tidak menemukan kaitan dengan kematian akibat penyakit jantung.

Baca Juga: Tak Semua Tren Harus Diikuti, Terapkan JOMO untuk Nikmati Hidup Tanpa Tekanan FOMO

Temuan terbaru pada 2023 pun memperkuat hasil tersebut, menyatakan asupan protein tinggi tidak meningkatkan risiko stroke maupun kematian kardiovaskular.

Sementara itu, terkait kesehatan tulang, penelitian modern justru menemukan fakta bahwa konsumsi protein lebih tinggi berhubungan dengan tulang yang lebih kuat serta menurunkan risiko patah tulang pinggul.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X