4. Sifilis Tersier
Tahap ini merupakan sifilis yang paling berbahaya, infeksi pada tahap ini muncul antara 10 hingga 30 tahun setelah terjadinya infeksi primer.
Gejala sifilis tersier umumnya ditandai dengan munculnya gumma atau tumor kecil pada bagian tubuh tertentu.
Sifilis pada tahap tersier ini bisa merusak organ tubuh lain, seperti pada mata, jantung, otak, pembuluh darah, hati, tulang, dan sendi-sendi. Akibatnya, penderita rentan terkena kebutaan, penyakit jantung, atau stroke.
Baca Juga: Mom Wajib Tahu, Ini Ciri-ciri Anak Cerdas dengan IQ di Atas Rata-rata
Cara Penularan Sifilis
Sifilis menyebar dari orang ke orang melalui kontak kulit atau selaput lendir dari luka yang muncul. Ada beberapa cara yang dapat tertular oleh penderita sifilis, antara lain:
1. Hubungan Seksual
Sifilis dapat ditularkan melalui hubungan seksual, baik vagina, anal, atau oral, dengan seseorang yang sudah terinfeksi. Hal ini bisa terjadi pada hubungan seksual yang dilakukan dengan lawan maupun sesama jenis.
2. Kontak Langsung dengan Luka Terbuka
Seseorang dapat tertular sifilis melalui kontak langsung dengan luka penderita sifilis primer atau sekunder.
3. Transmisi Ibu ke Janin
Sifilis juga dapat ditularkan oleh ibu hamil yang terinfeksi kepada janin yang dikandungnya. Kondisi ini sering menimbulkan komplikasi serius saat kehamilan, seperti keguguran, kematian janin, atau kematian bayi beberapa saat setelah dilahirkan.
Baca Juga: 15 Manfaat Air Kelapa Hijau, Buah yang Jadi Buruan di Bulan Ramadhan
Sifilis yang dialami bayi disebut sifilis bawaan atau sifilis kongenital. Dikutip dari laman Yankes Kemkes, kondisi sifilis kongenital dapat menimbulkan komplikasi serius pada bayi, antara lain seperti:
Artikel Terkait
Inilah Risiko Jika Stres Dibiarkan Berlarut, Berikut Solusinya
Ketahui Perbedaan HIV dan AIDS, Serta Gejalanya
Sering Sakit Bahu?, Kenali 7 Gejala Kanker Paru yang Perlu Diwaspadai
7 Gejala Kolesterol Tinggi yang Sering Tidak Disadari
Kenali Penyebab dan Gejala Difteri yang Berisiko Mengancam Nyawa