Mediapriangan.com – Ada banyak pemeriksaan yang dilakukan saat bayi baru lahir, salah satunya Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK). Yaitu deteksi dini yang dilakukan pada bayi baru lahir.
Hipotiroid Kongenital merupakan kelainan kelenjar troid sejak bayi akibat kekurangan yodium saat ibu hamil.
Pada umumnya, Hipotiroid Kongenital muncul akibat kurangnya kandungan yodium di dalam makanan ibu dan bayi. Padahal, asupan yodium sangat penting dalam proses produksi hormon tiroid.
Baca Juga: Presiden Joko Widodo Buka Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 di ICE BSD City Tangerang
Adapun hormon tiroid bertugas dalam mengatur pertumbuhan, perkembangan otak, dan metabolisme tubuh pada bayi.
Dikutip dari laman Kemenkes RI, gangguan hormon tiroid dapat menganggu perkembangan dan pertumbuhan terutama pada saraf otak anak. Akibatnya anak tidak akan tumbuh optimal, cenderung pendek dan berat badan kurang.
Penemuan kasus dan pengobatan yang terlambat dapat menyebabkan anak mengalami kecacatan maupun keterbelakangan mental.
Lalu, apa itu Skrining Hipotiroid Kongenital dan mengapa begitu penting untuk bayi baru lahir?.
Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) adalah uji saring yang dilakukan pada bayi baru lahir untuk memilah bayi yang menderita Hipotiroid Kongenital (HK) dan bayi yang bukan penderita.
Skrining ini sangat penting dilkakukan, karena anak yang menderita Hipotiroid Kongenital (HK) kadang tidak menunjukkan gejala di awal. Namun bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan dan intelektual anak di kemudian hari.
Baca Juga: Terungkap! Ini Mas Kawin Pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono
Pentingnya SHK sesegera mungkin, agar pemberian pengobatan pada anak bisa segera diberikan. Pemberian terapi sebelum anak berusia 1 bulan dapat mencegah terjadinya kerusakan pada saraf otak, sehingga anak dapat tumbuh dengan baik.
Pada praktiknya, SHK merupakan pemeriksaan hormon tiroid pada anak dilakukan dengan pengambilan 2-3 tetes sampel darah yang diambil dari tumit bayi yang berusia 48 sampai 72 jam oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Artikel Terkait
Cara Mencegah Stunting Sejak Dalam Kandungan Hingga Setelah Melahirkan
5 Khasiat Daun Suji Untuk Kesehatan, Salah Satunya Mengatasi Sakit Gigi
Simak! Aturan Konsumsi Gula Garam Lemak (GGL), Agar Hidup Lebih Sehat
Manfaat Daun Ketepeng Cina Untuk Mengobati Penyakit Kulit
Ketahui Perbedaan HIV dan AIDS, Serta Gejalanya