BANDUNG, Mediapriangan.com - Indonesia Creative Cities Network (ICCN) secara resmi mengintegrasikan berbagai gelaran daerah ke dalam ekosistem berskala makro guna memastikan keberlanjutan dan dampak ekonomi yang lebih luas. Langkah ini dilakukan melalui pembukaan program Open Submission Festival Kreatif ICCN 2026.
Melalui program pendaftaran ini, kolaborasi komunitas, organisasi seni, kolektif lokal, hingga pemerintah daerah yang memiliki basis budaya serta ekonomi kreatif akan dikurasi. Pengajuan berkas ini telah dibuka sejak 19 Mei lalu dan akan berakhir pada 1 Juni 2026 mendatang melalui laman resmi organisasi.
Deputi Ekosistem Kreatif dan Pembangunan Perkotaan ICCN, Zandri Aldrin, menyampaikan bahwa program ini hadir untuk menjawab tantangan banyaknya festival lokal yang berjalan sendiri tanpa dukungan ekosistem yang berkelanjutan.
“Festival lokal memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi kreatif daerah. Melalui Open Submission Festival Kreatif ICCN 2026, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi agar festival-festival di Indonesia dapat tumbuh bersama dalam jejaring nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar Zandri Aldrin.
Jika selama ini banyak agenda tahunan daerah yang minim eksposur, jejaring nasional ICCN menawarkan solusi berupa pendampingan tata kelola festival yang berkelanjutan.
Selain masuk dalam katalog resmi, para peserta yang lolos nantinya akan mendapatkan keuntungan berupa bimbingan manajemen, promosi masif, hingga kesempatan membuka peluang investasi dari berbagai pihak luar.
Baca Juga: Sinergi ICCN dan Pemkot Padang, Perkuat Ekosistem Kreatif Menuju Kota Gastronomi Unesco
Wakil Direktur Festival dan Aktivasi ICCN, Aditiya Bayu S, mengatakan bahwa program ini tidak hanya menjadi wadah pendataan festival, tetapi juga ruang pengembangan bersama bagi para pelaku festival kreatif di Indonesia.
“ICCN ingin membuka akses yang lebih luas bagi komunitas dan penyelenggara festival untuk saling terhubung, belajar, dan berkembang. Harapannya, festival-festival lokal tidak hanya dikenal di daerahnya masing-masing, tetapi juga mampu menjadi bagian dari gerakan kreatif nasional,” ungkap Aditiya Bayu S.
“Melalui program ini, kami juga berharap festival-festival di Indonesia selain tumbuh secara eksposur juga dilirik untuk mendapatkan peluang investasi dari berbagai pihak dalam tata kelola festival yang berkelanjutan,” tambah Aditya Bayu.
Baca Juga: Boon Pring Jadi Sorotan, Mengupas Strategi ICCN dalam Indonesia Culture dan Creative Festival 2026
Program strategis ini diproyeksikan mampu menjadi stimulus kuat dalam mempercepat realisasi Kabupaten atau Kota Kreatif di seluruh wilayah Nusantara.
Artikel Terkait
Momentum Ekonomi Kreatif Disorot, ICCN Dorong Pembenahan Sistem Jasa Kreatif Nasional
ICCN Gandeng Greeneration Foundation, Ekonomi Kreatif Berkelanjutan Jadi Fokus Kolaborasi
Wamen HAM Gandeng ICCN Siapkan Delegasi Lokal ke Forum Dunia Korea Selatan Perkuat Prinsip Kota Kreatif
Taliabu Gandeng ICCN, Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Jalan Baru Lepas dari Ketergantungan Tambang
Strategi Intel dan ICCN Bekali 158 Guru Vokasi Teknologi AI Guna Percepat Link and Match Industri Masa Depan
ICCN Jakarta dan UNESA Jalin Sinergi untuk Percepat Penguatan SDM Industri Kreatif Nasional