Wayang bukan sekadar pertunjukan, melainkan juga memiliki makna mendalam sebagai cerminan kehidupan.
Nilai-nilai tak berwujud dari wayang, seperti memayu-hayu bawana (menciptakan ketertiban dunia yang damai), jiwa ksatria, budi luhur, dan harmoni, mencerminkan filosofi Timur yang dapat menjadi bahan kajian untuk memperkaya pemahaman Barat.
Peringatan Hari Wayang Nasional, khususnya pada 7 November, menjadi momen penting yang menandai tingginya kesadaran, persatuan, dan cinta masyarakat Indonesia dalam menjaga, mengembangkan, dan mengkaji wayang.
Ini bukan sekadar pelestarian, tapi juga sarana untuk membentuk identitas dan karakter bangsa yang dinamis dan modern.
Semoga penetapan Hari Wayang Nasional pada 7 November dapat memicu apresiasi yang lebih tinggi dari masyarakat terhadap wayang, menjadikannya bukan hanya sebagai warisan budaya nasional, tetapi juga sebagai elemen kunci dalam membentuk jati diri dan karakter bangsa.***