Kelahiran Surabaya pada 11 Agustus 1964 ini memulai karir sebagai peneliti di Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI pada tahun 1998.
Tidak hanya sebagai akademisi, Dani juga dikenal sebagai aktivis gigih yang mengadvokasi hak asasi manusia (HAM), pertanahan, dan keamanan.
Terlibat dalam birokrasi pemerintahan sejak 2014, ia memulai karirnya sebagai Staf Khusus Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto. Setelahnya, Dani menjabat sebagai Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan RI.
Pada tahun 2016, Dani diangkat menjadi Deputi V Bidang Politik, Hukum, Keamanan, dan HAM. Pengangkatan kembali ke posisi tersebut terjadi pada tahun 2020 melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 45/M Tahun 2020, yang ditandatangani pada 15 Juni 2020.
Sebagai seorang pejabat publik, Dani telah mengemban berbagai peran strategis, termasuk sebagai Dewan Pengarah Tim Evaluasi Kelembagaan Kantor Staf Presiden, Pengarah Tim Monitoring Pelaksanaan Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat di Kementerian Dalam Negeri, serta sebagai Penanggung Jawab Tim Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria di Kantor Staf Presiden.
Sebagai seorang peneliti, Dani aktif dalam Perhimpunan Indonesia Untuk Pembinaan Pengetahuan Ekonomi dan Sosial (Bineksos). Terakhir, ia juga berperan sebagai Penasihat Senior di The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research.***