Mediapriangan.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, memberikan respons terhadap pandangan tim sukses (timses) dari pasangan calon AMIN yang menyatakan niat untuk membubarkan BUMN dan menggantinya dengan koperasi.
Menurut Erick Thohir, pandangan mengganti BUMN dengan koperasi. tersebut dapat berdampak negatif dengan potensi menciptakan pengangguran baru sebanyak 1,6 juta orang yang saat ini bekerja sebagai pegawai BUMN.
Dalam konferensi pers di Jakarta pada Sabtu, 3 Januari 2024, Erick Thohir menyatakan bahwa pandangan mengganti BUMN dengan koperasi tersebut terkesan ironis.
Ia menekankan bahwa jika BUMN dibubarkan dan diganti dengan koperasi, konsekuensinya akan menciptakan gelombang pengangguran baru, terutama di tengah kebutuhan masyarakat akan lapangan pekerjaan.
"Sungguh ironis pandangan seperti itu. Jika ingin dibubarkan dan diganti dengan koperasi, maka sama saja memunculkan pengangguran baru di saat semua orang membutuhkan pekerjaan," ujar Erick Thohir.
Erick juga menyoroti kontribusi positif BUMN sebagai agen perubahan dengan mencatat bahwa pada tahun 2023, BUMN berhasil mencetak deviden terbesar dalam sejarah senilai Rp 82,1 triliun.
Menurutnya, sumbangsih BUMN telah menjadi pondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini.
"BUMN merupakan agen perubahan, tempat lahirnya banyak investasi awal seperti kereta api, bandara, dan bahkan saat pandemi COVID-19 dengan mendistribusikan vaksin gratis kepada masyarakat," ungkap Erick.
Erick Thohir menambahkan bahwa jika BUMN dibubarkan, dampaknya tidak hanya terbatas pada kehilangan 1,6 juta pekerjaan, tetapi juga berdampak pada keluarga mereka. Ia menyebut hal ini sebagai isu yang tidak sehat.
Menanggapi kinerja BUMN saat ini, Erick memastikan bahwa seluruh BUMN sedang beroperasi dengan baik, dan penugasan-penugasan yang diberikan pemerintah telah dilaksanakan dengan efektif.