nasional

Menteri BUMN Erick Thohir Tanggapi Pernyataan Timses Paslon AMIN Terkait Mengganti BUMN Dengan Koperasi

Minggu, 4 Februari 2024 | 16:20 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir (istimewa)

 

Mediapriangan.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, memberikan respons terhadap pandangan tim sukses (timses) dari pasangan calon AMIN yang menyatakan niat untuk membubarkan BUMN dan menggantinya dengan koperasi.

Menurut Erick Thohir, pandangan mengganti BUMN dengan koperasi. tersebut dapat berdampak negatif dengan potensi menciptakan pengangguran baru sebanyak 1,6 juta orang yang saat ini bekerja sebagai pegawai BUMN.

Dalam konferensi pers di Jakarta pada Sabtu, 3 Januari 2024, Erick Thohir menyatakan bahwa pandangan mengganti BUMN dengan koperasi tersebut terkesan ironis.

Baca Juga: Menggagas Transformasi BUMN Menjadi Badan Usaha Koperasi, Upaya AMIN Dorong Pemberdayaan Ekonomi Rakyat

Ia menekankan bahwa jika BUMN dibubarkan dan diganti dengan koperasi, konsekuensinya akan menciptakan gelombang pengangguran baru, terutama di tengah kebutuhan masyarakat akan lapangan pekerjaan.

"Sungguh ironis pandangan seperti itu. Jika ingin dibubarkan dan diganti dengan koperasi, maka sama saja memunculkan pengangguran baru di saat semua orang membutuhkan pekerjaan," ujar Erick Thohir.

Erick juga menyoroti kontribusi positif BUMN sebagai agen perubahan dengan mencatat bahwa pada tahun 2023, BUMN berhasil mencetak deviden terbesar dalam sejarah senilai Rp 82,1 triliun.

Baca Juga: Jelang Debat Capres Terakhir, Budiman Sudjatmiko Ungkap Rencana Solusi Prabowo-Gibran untuk Capai Indonesia Emas 2045

Menurutnya, sumbangsih BUMN telah menjadi pondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini.

"BUMN merupakan agen perubahan, tempat lahirnya banyak investasi awal seperti kereta api, bandara, dan bahkan saat pandemi COVID-19 dengan mendistribusikan vaksin gratis kepada masyarakat," ungkap Erick.

Erick Thohir menambahkan bahwa jika BUMN dibubarkan, dampaknya tidak hanya terbatas pada kehilangan 1,6 juta pekerjaan, tetapi juga berdampak pada keluarga mereka. Ia menyebut hal ini sebagai isu yang tidak sehat.

Baca Juga: Prabowo Subianto Bersilaturahmi dengan 600 Pendeta PGPI, Ceritakan Asal Usul Nama Padepokan Garuda Yaksa

Menanggapi kinerja BUMN saat ini, Erick memastikan bahwa seluruh BUMN sedang beroperasi dengan baik, dan penugasan-penugasan yang diberikan pemerintah telah dilaksanakan dengan efektif.

Halaman:

Tags

Terkini