Mediapriangan.com - Menjelang hari pemilihan, sorotan publik tertuju pada film "Dirty Vote" yang disutradarai oleh Dandhy Laksono. Film tayang di kanal YouTube pada Minggu, 11 Februari 2024.
Dandhy Laksono menyutradarai "Dirty Vote" ini bukan sekadar sebagai hiburan biasa, melainkan sebagai sebuah investigasi tajam terhadap dugaan kecurangan yang mengguncang Pemilu 2024.
Di tengah perbincangan tentang isi film "Dirty Vote" yang menampilkan para ahli hukum seperti Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Mochtar, nama Dandhy Laksono pun mencuat ke permukaan. Siapakah sosok Dandhy Laksono ini?
Dandhy Laksono memiliki latar belakang yang kuat dalam industri media. Perjalanan kariernya dimulai sebagai seorang reporter dan kemudian menjabat sebagai Editorial Consultant First Media News.
Pengalamannya yang luas mencakup berbagai media, mulai dari cetak hingga elektronik, memberinya pemahaman mendalam tentang dunia berita dan penyiaran.
Lahir di Lumajang, Jawa Timur, Dandhy telah meneguhkan dirinya sebagai pembuat karya yang bermutu dan kritis sejak usia muda.
Meskipun seringkali mendapat kritik dan ancaman atas karya-karyanya yang kontroversial, ia tetap teguh pada prinsipnya untuk menyuarakan kebenaran dan keadilan.
Dandhy juga telah mengalami cobaan hukum yang serius. Pada tahun 2019, ia ditangkap oleh Polda Metro Jaya atas tuduhan ujaran kebencian yang dianggap melanggar UU ITE.
Meskipun menghadapi tekanan dan intimidasi, Dandhy tetap berpegang pada pendiriannya dalam memperjuangkan kebebasan berekspresi.