nasional

Profil dan Rekam Jejak Bivitri Susanti, Sosok Wanita di Balik Film Dokumenter Dirty Vote yang Tengah Viral

Senin, 12 Februari 2024 | 21:08 WIB
Profil lengkap dan rekam jejak Bivitri Susanti, salah seorang pembawa data dalam film Dirty Vote yang tayang pada Minggu, 11 Februari 2024. ( YouTube.com/@DirtyVote)

Bivitri Susanti adalah seorang akademisi dan pengamat hukum tata negara Indonesia yang lahir pada 5 Oktober 1974.

Dia adalah pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) serta seorang pengajar di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera.

Bivitri meraih gelar sarjana hukum dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada tahun 1999. Pada masa kuliah, ia bersama dengan sejumlah senior mendirikan PSHK.

Baca Juga: Profil Boy Thohir, Konglomerat Sukses, Pengusaha Tambang, dan Pengelola Dewa United yang Tengah Jadi Sorotan Publik

PSHK berperan sebagai lembaga riset dan advokasi untuk reformasi hukum yang terinspirasi dari peristiwa Mei 1998.

Setelah itu, Bivitri melanjutkan studinya di Universitas Warwick, Inggris pada tahun 2002, dan mendapatkan gelar Master of Laws.

Dia kemudian melanjutkan studi doktoralnya di University of Washington School of Law, Amerika Serikat.

Baca Juga: Profil Jaleswari Pramodhawardani, Aktivis dan Akademisi yang Mengundurkan Diri dari Jabatan Deputi V KSP

Selain mengajar hukum tata negara sejak tahun 2015, Bivitri juga menjabat sebagai Wakil Ketua I di STH Indonesia Jentera dan sebagai peneliti di PSHK dalam bidang pembaruan hukum, anti-korupsi, dan hak-hak konstitusional.

Dia aktif bekerja sama dengan berbagai organisasi, mulai dari masyarakat sipil hingga institusi pemerintah.

Bivitri juga terlibat dalam upaya pembaruan hukum dan telah merumuskan berbagai konsep dan langkah pembaruan.

Baca Juga: Profil dan Perjalanan Karir Barnas Adjidin, Pj Bupati Garut yang Menggantikan Rudy Gunawan dan Helmi Budiman

Antara lain, dia terlibat dalam Koalisi Konstitusi Baru (1999-2002), penulisan Cetak Biru Pembaruan Peradilan, sebagai Tenaga Ahli untuk Tim Pembaruan Kejaksaan (2005-2007), Tenaga Ahli untuk Dewan Perwakilan Daerah (2007—2009), dan berpartisipasi dalam advokasi berbagai undang-undang.

Pada tahun 2013 hingga 2014, Bivitri menjabat sebagai research fellow di Harvard Kennedy School of Government.

Dua tahun setelahnya, dia menjadi visiting fellow di Australian National University School of Regulation and Global Governance. Pada tahun 2018, Bivitri juga menjadi visiting professor di University of Tokyo, Jepang.

Halaman:

Tags

Terkini