Mediapriangan.com - Setiap tanggal 21 Juni diperingati sebagai Hari Krida Pertanian di Indonesia. Dimana hari itu, adalah momen untuk bersyukur dan untuk introspeksi dalam dunia pertanian.
Makna momentum Hari Krida Pertanian merupakan peringatan untuk mengenang dan menghargai jasa para petani, peternak, pegawai, serta pengusaha yang berkiprah di sektor pertanian.
Pada Hari Krida Pertanian ini, seluruh pelaku pertanian diajak untuk melakukan evaluasi, memperbaiki metode, dan membangun optimisme guna mencapai hasil yang lebih baik di masa depan.
Peringatan Hari Krida Pertanian menjadi kesempatan bagi para petani dan masyarakat pertanian untuk bersyukur atas hasil panen yang telah diperoleh sepanjang tahun.
Berapa pun hasilnya, ada rasa bangga dan rasa syukur atas pemenuhan kebutuhan pangan yang terus berlanjut. Itulah makna akan pentingnya Hari Krida Pertanian yang tahun ini diperingati pada 21 Juni 2024.
Lantas bagaimana sejarah Hari Krida Pertanian di Indonesia ini? Melansir dari situs resmi Kementerian Pertanian, dan berbagai sumber lainnya, berikut sejarah peringatan tersebut.
Sejarah Hari Krida Pertanian
Mengutip dari situs resmi Kementerian Pertanian, Hari Krida Pertanian pada 21 Juni ditetapkan dengan pertimbangan astronomis, khususnya berdasarkan sistem Pranata Mangsa.
Pranata Mangsa adalah kalender tradisional yang digunakan untuk kegiatan bercocok tanam dan penangkapan ikan, disusun berdasarkan peredaran matahari dengan siklus tahunan (365 atau 366 hari).
Pranata Mangsa membagi tahun menjadi 12 musim, mencakup periode hujan, angin, serangga, penyakit, dan lain-lain.