nasional

Veronica Tan Bahas Tantangan Ibu dan Anak Usai Diundang Prabowo Jadi Calon Menteri, Disebut Saat Debat Pilpres 2024

Selasa, 15 Oktober 2024 | 23:06 WIB
Veronica Tan, calon menteri yang membahas isu ibu dan anak, setelah diundang oleh Presiden RI terpilih Prabowo Subianto. (Instagram.com/@veronicatan_official)

“Peranan perempuan sangat vital bagi kemajuan bangsa. Saya akan fokus memberikan dukungan, termasuk peningkatan gizi ibu hamil,” tegasnya saat debat yang digelar di JCC Senayan, Jakarta, pada 4 Februari 2024.

Prabowo juga berkomitmen untuk membangun sekolah-sekolah unggul yang memberi perempuan kesempatan setara dalam bidang pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics).

Baca Juga: Akibat Kelamaan di Jalan, Kartu E-Toll Kedaluwarsa, Pro-Kontra Kebijakan di Tengah Keluhan Warganet

Ia menyebut, saat menjadi Menteri Pertahanan, ia telah memulai inisiatif ini di Universitas Pertahanan dengan proporsi besar perempuan di program S-1.

Proyek Makan Bergizi untuk Anak-anak Indonesia

Selain isu kesetaraan, Prabowo juga menggarisbawahi pentingnya nutrisi yang baik untuk anak-anak.

Salah satu program strategis yang diusulkannya adalah penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak, dimulai sejak dalam kandungan hingga dewasa.

Program ini diharapkan dapat mengatasi stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia.

Baca Juga: Gibran Tinjau Uji Coba Makan Siang Gratis di SMAN 70 Jakarta, Ini Fakta Menarik Sekolah Favorit Artis dan Selebgram

“Kami ingin memulai dari tahap kandungan hingga masa sekolah untuk memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang memadai,” jelasnya.

Menurut Prabowo, program ini juga diharapkan dapat mengurangi angka kematian ibu saat melahirkan serta memberdayakan para petani dan nelayan dengan menyerap hasil panen mereka.

Ia meyakini, proyek ini akan menjadi langkah penting dalam mengurangi kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Dengan berbagai program yang diusulkan, Prabowo berharap dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya kaum perempuan dan anak-anak, serta mendorong peran aktif perempuan dalam pemerintahan.

“Dengan program ini, kita tidak hanya meningkatkan kualitas hidup, tapi juga mengentaskan kemiskinan di seluruh Indonesia,” tutupnya. ***

Halaman:

Tags

Terkini