nasional

Cak Imin Dimarahi Istri Soal Judol, Meutya Hafid Minta Maaf Usai Pegawai Kemenkomdigi Terlibat Kasus Judi Online

Sabtu, 16 November 2024 | 10:51 WIB
Potret Menko Pemberdayaan Masyarakat Cak Imin bersama istrinya, Rustini Murtadho. (Instagram.com/@rustinimurtadho)

Baca Juga: Terungkap! Sindikat Jual Beli Rekening untuk Bandar Judi Online di Kamboja, Sudah Beroperasi 3 Tahun di Jakarta Barat

Polda Metro Jaya menetapkan mereka sebagai tersangka atas dugaan keterlibatan dalam pengelolaan situs judol.

Menkomdigi, Meutya Hafid, tidak tinggal diam. Dalam kunjungannya ke Jakarta, Selasa, 12 November 2024, Meutya dengan nada emosional meminta maaf kepada masyarakat.

"Saya merasa seperti ibu yang harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi di keluarga saya, yaitu kementerian ini," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Meutya juga berjanji akan memperketat pengawasan di kementeriannya agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Juga: Janji Tegas Menkomdigi Meutya Hafid Berantas Aktivitas Ilegal, Belasan Pegawai Komdigi Justru Terlibat Judi Online

Kisah Korban: Rumah Hancur karena Judi Online

Dalam kunjungan tersebut, Meutya bertemu Nuravia Oktavia, seorang ibu rumah tangga berusia 44 tahun yang suaminya adalah pecandu judi online.

Nuravia menceritakan dampak mengerikan dari kebiasaan buruk suaminya, mulai dari kehilangan barang berharga hingga lilitan utang yang tak berkesudahan.

"Handphone, TV, semuanya habis dijual untuk judi online. Saya sampai ditagih utang karena pinjaman yang dia ambil demi berjudi," ungkap Nuravia dengan suara bergetar.

Ia berharap pemerintah serius memberantas judi online agar tidak ada lagi keluarga yang mengalami penderitaan serupa.

Baca Juga: Jawa Barat Tertinggi dalam Transaksi Judi Online Rp3,8 Triliun, Hasim Adnan Desak Penindakan Tegas Bandar Judi

Judi Online: Tantangan Berat Kabinet Merah Putih

Masalah judi online jelas menjadi tantangan besar bagi kabinet Prabowo Subianto. Selain mencoreng citra pemerintah, persoalan ini telah merusak sendi-sendi sosial masyarakat Indonesia.

Komitmen penuh dari para pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menyelesaikan masalah ini hingga ke akarnya.

Halaman:

Tags

Terkini