nasional

Satryo Soemantri Brodjonegoro, Menteri yang Dituding Arogan, Lahir di Belanda hingga Raih Penghargaan dari Jepang

Selasa, 21 Januari 2025 | 07:42 WIB
Potret Mendiktisaintek RI Satryo Soemantri Brodjonegoro yang didemo ratusan pegawai ASN di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, pada Senin, 20 Januari 2025. (Dok. Kemkomdigi)

Mediapriangan.com - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, Satryo Soemantri Brodjonegoro, tengah menjadi sorotan publik setelah ratusan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Senin, 20 Januari 2025.

Aksi yang diikuti oleh sekitar 235 pegawai ASN tersebut dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan, seperti "Indonesia Raya" dan "Bagimu Negeri," sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan Menteri Satryo yang dianggap arogan.

Demonstrasi ini dipicu oleh pemberhentian mendadak terhadap seorang pegawai Kemdiktisaintek bernama Neni Herlina. Ketua Paguyuban Pegawai Dikti, Suwitno, mengungkapkan bahwa kasus ini perlu diperjelas untuk menghindari kesalahpahaman.

Baca Juga: Surat Edaran Pembelajaran Ramadan 2025 Segera Resmi Diumumkan, Tidak Ada Libur Sekolah Sebulan Penuh

"Mungkin ada kesalahpahaman di dalam pelaksanaan tugas dan itu menjadi fitnah atau suudzon bahwa Ibu Neni menerima sesuatu, padahal dia tidak melakukannya," ujar Suwitno di sela aksi.

Suwitno juga menyatakan bahwa tujuan aksi ini adalah menyampaikan keluhan para pegawai ASN agar Presiden RI, Prabowo Subianto, mengetahui masalah yang terjadi di lingkungan kementerian tersebut.

Sindiran Melalui Spanduk

Dalam unjuk rasa tersebut, para pegawai ASN membawa spanduk dengan tulisan sindiran tajam. Salah satu spanduk bertuliskan: "Institusi negara bukan perusahaan pribadi Satryo dan Istri."

Baca Juga: Kesaksian Warga Pacific Palisades, Api Cepat Turun dari Bukit, Jadi Awal Kebakaran Besar Los Angeles

Ada pula spanduk lain yang mengkritik keras gaya kepemimpinan Menteri Satryo, seperti:
"Kami ASN, dibayar oleh negara, bekerja untuk negara, bukan babu keluarga."

Di depan gedung Kemdiktisaintek juga terbentang spanduk dengan tulisan:
"Pak Presiden, selamatkan kami dari menteri pemarah, suka main tampar, dan main pecat."

Protes ini mencerminkan ketidakpuasan pegawai terhadap gaya kepemimpinan Satryo yang dinilai tidak sesuai dengan prinsip pelayanan publik.

Baca Juga: Deddy Corbuzier Disorot karena Kritik Anak Penerima MBG, Livy Renata Angkat Bicara dan Ungkit Isu Lama dengan Catheez

Mengenal Rekam Jejak Satryo Soemantri

Halaman:

Tags

Terkini